Akibat Pandemi, Kesenjangan Melebar

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Meskipun ekonomi tumbuh tinggi, namun masih terdapat tantangan dalam hal perbaikan kesejahteraan. Penduduk miskin di DIY masih tinggi mencapai 506 ribu penduduk atau secara persentase yakni 12,8 persen hingga Maret 2021. Sehingga masih perlu upaya keras untuk mengurangi setidaknya 58 ribu warga miskin, agar dapat mencapai level yang sama seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 telah melebarkan gap kesenjangan di DIY, tercermin dari gini ratio yang naik menjadi 0,441. Masyarakat pengeluaran rendah di DIY sangat tertekan dengan adanya pandemi ini,” ujar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Miyono di Yogyakarta, Selasa (17/08/2021).

Miyono mengatakan ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif untuk pertama kalinya sejak pandemi. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada triwulan II 2021 tumbuh 7,07 persen (yoy). Akselerasi pertumbuhan ekonomi merupakan low based effect dari triwulan yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh rendah -5,32 persen (yoy).

“Dari sisi lain, upaya perbaikan ekonomi yang dilakukan pemerintah membuahkan hasil, yang tercermin dari lebih tingginya pertumbuhan ekonomi secara triwulan sebesar 3,31 persen (qtq) dibandingkan triwulan sebelumnya -0,96 persen (qtq),” katanya.

Secara regional, Miyono menyampaikan ekonomi DIY pulih lebih cepat dibanding Nasional. Pada triwulan II 2021, ekonomi DIY tumbuh 11,8 persen (yoy) dan tertinggi di Jawa. Realisasi pertumbuhan ini lebih tinggi dari perkiraan semula, bahkan jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan triwulan I 2021 yakni 5,8 persen (yoy).

“Secara akumulasi, pada semester I 2021 ekonomi DIY telah tumbuh 8,7 persen (ctc) mencapai Rp 53,5 triliun, tumbuh lebih tinggi dibanding sebelum pandemi sebesar Rp 50,91 triliun pada semester I 2019,” imbuhnya.

Menurutnya, terdapat potensi peningkatan risiko yang dapat menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan DIY. Beberapa risiko utama yang mengancam recovery ekonomi antara lain penyebaran Covid-19 utamanya dari varian delta belum mereda, paparan Covid 19 di DIY tergolong tinggi serta penerapan PPKM darurat dan PPKM level 4 memiliki dampak langsung dan tidak langsung terhadap beberapa sektor ekonomi.

“Terdapat kelangkaan kontainer sehingga mendorong tingginya shipping costs yang berpotensi dapat menghambat pemenuhan bahan baku impor industri maupun menghambat pengiriman barang ekspor,” tegas Miyono.

BI DIY mengulirkan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendorong aktivitas ekonomi kedepan yaini PPKM perlu dikawal secara ketat dan terus dievaluasi secara bertahap, pelaksanaan vaksinasi perlu dipercepat dan perlu menguatkan semangat gotong royong dan empati dalam mengatasi pandemi.

Selanjutnya, perlu mendorong masyarakat, utamanya kelas menengah keatas meningkatkan konsumsi, mendorong percepatan digitalisasi serta kelangsungan pelaksanaan proyek nasional di DIY maupun proyek daerah perlu dijaga agar konsisten berdampak positif terhadap perekonomian DIY. (Ira)

BERITA REKOMENDASI