AKPRIND Bantu Masyarakat Mojopuro Wonogiri Berketahanan Pangan

Editor: Agus Sigit

WONOGIRI,KRJOGJA.com – Mojopuro7 merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Wuryantoro Kabupaten Wonogiri yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani. Wilayah dengan luas 700 hektar lebih ini tergolong subur namun sayangnya air irigasi untuk pertanian di daerah ini sulit didapat terlebih saat musim kemarau.

Tim pengabdian masyarakat Institut Sains Dan Teknologi Akprind (IST-Akprind) Yogyakarta terdiri Dr Muchlis SP MSc (Ketua) dengan anggota Ellyawan Setyo Arbintarso ST MSc PhD dan Ir Miftahussalam MT bersama masyarakat Kerjo Kelurahan Mojopuro dan Pemda setempat bersinergi mencari solusi agar wilayah daerah pertanian yang posisinya 7 meter di atas aliran sungai ini bisa mendapatkan irigasi dari sungai terlebih di musim kemarau. Sehingga pasokan air saat musim kemarau tetap lancar, pertanian jalan, dan membawa peningkatan pendapatan masyarakat Mojopuro Kecamatan Wuryantoro Kabupaten Wonogiri.

“Dengan dukungan dana Kementerian Riset Dan Teknologi/BRIN 2021 dibarengi dana masyarakat dan Pemda Wonogiri kami melakukan program “Diseminasi Tekno Ekologi Sistem Tata Air Sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Irigasi Pertanian Dalam Rangka Peningkatan Ketahanan Pangan Bagi Masyarakat Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) di Mojopuro Kecamatan Wuryantoro Kabupaten Wonogiri”.

Tujuan umum Produk Teknologi yang Didiseminasikan ke Masyarakat (PTDM), ungkap Dr Muchlis SP MSc, ialah penerapan Tekno Ekologi Sistem Tata Air Sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Irigasi Pertanian untuk peningkatan ketahanan pangan masyarakat.

Menurut doktor Geologi Lingkungan lulusan Universitas Kebangsaan Malaysia ini, program diseminasi teknologi ini memfasilitasi proses hilirisasi Tekno Ekologi Sistem Tata Air hasil riset ke masyarakat oleh IST Akprind Yogyakarta. Berkat program penerapan teknologi tepat guna (TTG) ini dan kebersamaan kampus-masyarakat-pemda maka berhasillah menaikkan air dari sungai guna memenuhi kebutuhan air irigasi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan dalam penerapan teknologi kepada masyarakat dengan pelaksana bersama-sama mitra (masyarakat) mengidentifikasi kebutuhan air irigasi dengan sosialisasi, perancangan dan perhitungan gambar desain Diseminasi Teknologi, pembuatan TTG, pendampingan operasional oleh pelaksana dalam mengoperasikan TTG secara berkelanjutan.

“Solusi masalah air irigasi akhirnya tercapai dengan penerapan tekno ekologi sistem tata air metode MUCHRAM dan pembuatan embung AKPRINDTIRTA tadah hujan 20 buah masing-masing ukuran 2 x 3,5 meter untuk lahan pertanian serta manajemen penggunaannya. Sistem MUCHRAM merupakan sistem pengaliran air yang bekerja tidak menggunakan tenaga listrik atau bahan bakar (bensin atau minyak diesel) tetapi dapat bekerja karena dijalankan tenaga air itu sendiri, dengan memanfaatkan sejumlah besar tenaga aliran air akan bekerja menaikkan air ke tempat yang lebih tinggi maksimal 50 meter dengan panjang pipa horisontal maksimal 4.000 meter” tandas Dr Muchlis SP MSc.

Selain penerapan tekno ekologi sistem tata air metode MUCHRAM dan pembuatan embung AKPRINDTIRTA tadah hujan, Tim IST AKPRIND bersama masyarakat juga berhasil membuat 5 buah kolam bioflok berdiameter 1,5 cm untuk pembesaran ikan lele sebagai tambahan ketahanan pangan (sumber protein masyarakat) atau juga bisa dijual untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Kolam-kolam bioflok tersebut sudah ditebari 5.000 ekor bibit lele dengan perkiraan awal November 2021 bakalan panen perdana.

“Kami bersama masyarakat juga membuat dua buah gazebo bambu sebagai wahana untuk masyarakat berkegiatan baik untuk keperluan serius seperti diskusi-diskusi kecil ataupun untul keperluan santai seperti jagongan” ujar Dr Muchlis SP MSc.

Rektor IST AKPRIND Dr Edhy Sutanta ST MKom dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IST-Akprind Prof Dr Ir Sudarsono MT menyampaikan apresisasi kepada tim pengabdian Akprind atas kerjasama dengan masyarakat dan Pemda Wonogiri. Keduanya berharap alat-alat atau mesin teknologi tepat guna hasil sinergi Akprind-masyarakat-Pemda Wonogiri bisa memberi manfaat optimal untuk peningkatan ketahanan pangan wilayah tempat pengabdian (Diseminasi Teknologi). ***

BERITA REKOMENDASI