Akselerasi Pengawasan Kemitraan UMKM, KPPU Hadirkan Omah Kemitraan Usaha

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mengakselerasi pengawasan kemitraan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menghadirkan Kantor Wilayah (Kanwil) di DIY. Kanwil tersebut merupakan Kanwil ketujuh yang didirikan KPPU, setelah berbagai kantor wilayah lain yang berlokasi di kota Medan, Bandar Lampung, Bandung, Surabaya, Balikpapan dan Makassar.

Berbeda dengan Kanwil KPPU lainnya, Kanwil VII dengan wilayah pengawasan Jawa Tengah (Jateng) dan DIY tersebut dikhususkan untuk memfokuskan diri pada pengawasan kemitraan UMKM. Sebagai perwujudan, Kanwil VII tersebut menyediakan suatu tempat khusus bernama Omah Kemitraan Usaha (OKU) yang hanya ada di DIY.

“OKU ditujukan salah satunya untuk memberikan ruang solusi bagi permasalahan pengawasan kemitraan UMKM dan pelaku usaha besar. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan amanat UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM hingga peraturan turunan terbarunya, PP No. 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM,” kata Wakil Ketua KPPU Guntur Syahputra Saragih di Kantor KPPU Kanwi VII, Jumat (17/9).

Guntur mengatakan berdasarkan UU No.20 Tahun 2008 tersebut, KPPU mendapatkan tugas tambahan untuk melakukan pengawasan antar pelaku usaha besar dan kecil. Pengawasan kemitraan UMKM dilakukan untuk memastikan kemitraan berjalan baik serta tidak ada eksploitasi di dalamnya. Kehadiran OKU ini diharapkan menjadi forum untuk konsultasi dan promosi pengawasan kemitraan, serta peningkatan kesadaran publik, khususnya UMKM dan pelaku usaha besar, atas berbagai bentuk pelanggaran prinsip kemitraan yang sehat.

“KPPU bertugas memastikan, apalagi dengan adanya aturan kewajiban kemitraan. Diharapkan fasilitasi OKU ini mampu menyelesaikan berbagai persoalan kemitraan tanpa perlu melaksanakan penegakan hukum atas pelanggarannya,” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI