Aksi Damai di Titik Nol Kilometer, IMM Tuntut Lima Hal Ini

YOGYA, KRJOGJA.com –  Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Yogyakarta menggelar aksi damai di titik nol kilometer Yogyakarta pada Sabtu (22/9/2018) siang. 

Dalam aksi ini ratusan mahasiswa sebelumnya melakukan long march dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah hingga titik nol kilometer. Mereka mengibarkan bendera, dan membentangkan spanduk serta poster yang berisi mempertanyakan kinerja pemerintahan saat ini.

Menurut Suyoto yang merupakan koordinator lapangan aksi mengatakan, bila aksi damai ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa IMM terhadap masyarakat dalam mengawasi kinerja pemerintahan saat ini. Menurutnya, pemerintah saat ini cenderung lebih fokus pada persiapan menghadapi politik tahun depan sementara permasalahan yang ada sebenarnya membutuhkan penanganan karena masyarakat sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja. "Nawacita sampai saat tidak jelas sudah sampai mana. Pemerintah malah sibuk mempersiapkan musim politik tetapi lupa terhadap kewajibannya”, ungkap dia.

Dalam aksi tersebut, ada lima tuntutan terhadap pemerintah yang dibacakan oleh perwakilan Aliansi IMM Jogja Bergerak. Antara lain, mendesak pemerintah untuk bertanggung jawab atas gonjang-ganjing perekonomian Indonesia hari ini, dengan cara menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok.

Mendesak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk segera memenuhi janji-janji nawacitanya dalam waktu yang hanya tinggal satu tahun kedepan. Menekan pemerintah untuk kembali memperhatikan ekspor, dan jangan hanya mengimpor kebutuhan-kebutuhan yang tidak penting seperti beras dan garam.  Menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan produ-produk dalam negeri. Dengan begitu pasar dalam negeri dapat berdikari dan semakin kuat. “Dengan cara melestarikan produk-produk lokal dan membelinya, kita dapat menguatkan pasar lokal sehingga dapat menekan seminimal mungkin barang-barang yang berasal dari import tadi,” ungkapnya.

Tuntutan terakhir, menekan pemerintah untuk menurunkan harga BBM yang dampaknya dirasakan pada distribusi barang dalam negeri. Selain dengan orasi publik, aksi damai kali ini diisi dengan aksi teatrikal, pembacaan puisi, kemudian diakhiri dengan pembacaan tuntutan dan doa bersama. (Fariz Fikri)

BERITA REKOMENDASI