Aktivitas Kegempaan Merapi Terus Terjadi

YOGYA, KRJOGJA.com – Aktivitas kegempaan Gunung Merapi terus terjadi. Dari pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, sepanjang Senin (18/11) pukul 00.00-18.00 WIB tercatat terjadi gempa guguran sebanyak 7 kali.

Selain itu terjadi gempa hybrid/fase banyak sejumlah 12 kali, gempa vulkanik dalam 4 kali, gempa tektonik lokal 1 kali, gempa tektonik
jauh 2 kali, gempa low frekuensi 1 kali dan gempa vulkanik dangkal 3 kali. Sedangkan dari pengamatan visual, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 10 m di atas puncak kawah.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Dr Hanik Humaida mengatakan, potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif. “Oleh karena itu area dalam radius 3 km dari puncak Merapi agar tidak ada aktivitas manusia,” terang Hanik dalam keterangan resmi, Senin (18/11).

BPPTKG mengimbau masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik jika terjadi awan panas maupun letusan. Masyarakat juga diminta agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi. Hal ini karena letusan seperti yang terjadi pada Minggu (17/11) masih berpotensi berulang, sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma Gunung Merapi masih berlangsung. (Dev/Dhi)

BERITA REKOMENDASI