Aktivitas Merapi Masih Tinggi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Gunung Merapi teramati mengeluarkan 10 kali guguran lava pijar pada Minggu (07/02/2021) periode pukul 00.00 – 06.00 WIB. Guguran lava pijar itu memiliki jarak luncur maksimum 1.000 meter ke arah barat daya, hulu Kali Krasak dan Boyong.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Dr Hanik Humaida dalam keterangan resminya mengatakan, pada periode tersebut jumlah gempa guguran yang terekam sebanyak 27 kali, sedangkan gempa hybird/fase banyak sebanyak 2 kali. “Gunung berkabut sehingga asap kawah tidak teramati,” terang Hanik.

Pada periode pengamatan, Sabtu (06/02/2021) pukul 00.00-24.00 WIB, teramati 10 kali guguran dan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.200 meter mengarah ke barat daya (hulu Kali Krasak dan Gendol). Sedangkan jika dibandingkan intensitas kegempaan antara minggu ini (29 Januari-4 Februari 2021) dibanding minggu sebelumnya, maka intensitas kegempaan minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu.

Dalam minggu ini tercatat terjadi 31 kali gempa Fase Banyak (MP), 574 kali gempa Guguran (RF), 14 kali gempa Hembusan (DG) dan 8 kali gempa Tektonik (TT). Pada tanggal 4 Februari 2021 volume kubah lava 2021 di tebing Barat Daya terukur sebesar 117.400 meter kubik. Terjadi pertumbuhan kubah lava dengan laju pertumbuhan 12.600 m3/hari.

Analisis dari sektor tenggara tanggal 4 Februari terhadap tanggal 26 Januari 2021 menunjukkan adanya perubahan morfologi area kawah karena adanya pertumbuhan kubah lava yang muncul di tengah kawah. Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas masih dipertahankan dalam tingkat ‘Siaga’.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. (Dev)

BERITA REKOMENDASI