Aktivitas Vulkanik Merapi Masih Tinggi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Gunung Merapi terus mengeluarkan awan panas guguran. Pada periode, Kamis (12/8) pukul 00.00-18.00 WIB, terjadi 6 kali awan panas guguran, yaitu pukul 01.07, 01.53, 02.46, 13.28, 15.28, 16.44 WIB dengan jarak luncur 1.700-3.000 meter. Semua awan panas guguran mengarah ke barat daya.

Adapun aktivitas guguran lava pijar pada periode (pukul 00.00-06.00 WIB) teramati sebanyak 12 kali dengan jarak luncur 1.800-3.000 meter ke arah barat daya. Pada tanggal 9 Agustus 2021, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) bersama tim dari UGM menerbangkan drone di alur Kali Bebeng untuk memvalidasi jarak luncur rangkaian awan panas guguran yang terjadi pada 8 Agustus 2021. Berdasarkan hasil pemetaan, jarak luncur terjauh adalah 3 km dari puncak Gunung Merapi.

Menurut Kepala BPPTKG Hanik Humaida, jarak luncur awan panas guguran ini masih berada dalam rekomendasi daerah potensi bahaya yang sudah ditetapkan, yaitu sejauh 3 km dari puncak di alur Kali Woro, dan 5 km dari puncak untuk alur Kali Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

“Tingkat aktivitas vulkanik Gunung Merapi saat ini masih tinggi. Erupsi ekslosif masih berpeluang terjadi dengan ancaman bahaya berupa lontaran material vulkanik dalam radius 3 km dari puncak Merapi,” kata Hanik.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan. Tetap waspada dan selalu pantau informasi aktivitas Gunung Merapi dari BPPTKG. (Dev)

BERITA REKOMENDASI