Aliansi Masyarakat Yogyakarta: Orang Yogya Harus Cermat Tangkal Gerakan Radikal

YOGYA, KRJOGJA.com – Lebih dari 34 elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Yogyakarta menggelar aksi memperingati Hari Lahir (Harlah) Pancasila 1 Juni 2018 di titik 0 kilometer. Mengusung tema “Jogja Benteng Pancasila”, aksi tersebut ingin mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gerakan radikal yang dinilai banyak mengatasnamakan kebangsaan.

Penanggungjawab Aksi, Imam Priyono dalam temu pers Rabu (30/5/2018) di Grand Dafam Rohan mengatakan pemilihan tema Jogja Benteng Pancasila tidak lepas dari sejarah panjang bagaimana Yogyakarta menjadi garda terdepan bertahannya NKRI di masa penjajahan. Menurut dia, saat sekarang upaya melemahkan Pancasila yang menjadi pondasi Indonesia, maka menjadi sebuah kewajiban masyarakat Yogyakarta untuk mempertahankan ideologi tertinggi bangsa tersebut.

“Kami tegas menolak gerakan radikalisme dan intoleran termasuk yang menyusup mengatasnamakan kebangsaan padahal sebenarnya melemahkan arti nilai Pancasila. Namanya benteng pasti menjaga dan mempertahankan dan gerakan ini datang melalui budaya, karena bagaimanapun Pancasila teknisnya dalam trisakti salah satunya berkebudayaan,” ungkap mantan Wakil Walikota Yogyakarta ini.

Aksi damai di titik 0 kilometer Jumat (1/6/2018) mendatang akan diisi orasi, nyanyi-nyanyian dan atraksi tari sebagai wujud kebudayaan. Selain itu akan ada sholawat yang digaungkan para santri yang kemudian dilanjutkan pembacaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Ribuan orang dari 34 organisasi masyarakat akan bergabung dalam aksi damai tersebut. Tokoh masyarakat, akademisi, rohaniawan, ulama  seniman, pekerja dan mahasiswa juga diklaim akan terlibat dalam agenda yang dimulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI