Alokasi Dana Kelurahan Tetap Rp 352 Juta

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemkot Yogya tetap mengalokasikan dana kelurahan pada tahun 2020. Alokasi dana tersebut pun tetap sama dengan tahun ini yakni sebesar Rp 352 juta per kelurahan. Sumber dananya berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU).

"Belum ada informasi rencana kenaikan alokasi untuk dana kelurahan tahun depan. Sehingga kami pun tetap mengalokasikan sesuai tahun ini," jelas Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogya Kadri Renggono.

Baca juga :

Siap – siap! Libur Nataru, Yogya Diprediksi 'Mbludak'
Waspada! Hujan-Angin Kencang Masih Berpeluang Terjadi di Jogja

Pengelolaan dan mekanisme penggunaan dana kelurahan juga tetap sama. Diawali dengan pengajuan proposal dari kelurahan terkait rencana kegiatan yang akan digulirkan. Kegiatan tersebut meliputi pekerjaan fisik dan pemberdayaan masyarakat. Hanya, persentasenya tidak dibatasi melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelurahan.

Kadri menambahkan, saat ini pihaknya masih berupaya memenuhi amanat Permendagri 130/2018. Dalam aturan tersebut, pemerintah daerah minimal mengalokasikan dana untuk kegiatan di kelurahan sebesar lima persen dari total APBD. Terutama setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus (DAK) dan ditambah dengan DAU tambahan.

"Tahun ini kisarannya masih sekitar tiga persen. Tahun depan mungkin sudah bisa mendekati lima persen," imbuhnya.

Upaya yang dilakukan ialah dengan menambah alokasi anggaran yang dikelola kelurahan. Selain itu, mengalihkan kegiatan OPD yang sasarannya berada di kelurahan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogya Wasesa, memastikan anggaran untuk wilayah di tahun depan dipastikan bertambah. Terutama setelah ada upaya anggaran yang akan dikelola oleh kelurahan.

"Besaran penambahannya masih menunggu hasil evaluasi yang dilakukan oleh Gubernur. Harapan kami tiap kelurahan bisa menggulirkan kegiatan sejak awal tahun," katanya.

Terkait penggunaan dana kelurahan tahun ini, menurut Wasesa, mampu terkelola dengan baik. Meski secara total penyerapannya belum mencapai 100 persen tetapi hasilnya sudah maksimal. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI