Alumni IMM DIY Nyatakan Perang Pada Korupsi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY berkumpul dalam diskusi Syawalan bertajuk Merapatkan Shaf, Meluruskan Kiblat Pemberantasan Korupsi di Kantor DPD RI, Senin (07/06/2021) malam kemarin. Beberapa pembicara nasional hadir seperti Zaenal Arifin Mochtar ‘Uceng’, Busyro Muqqodas, Afnan Hadikusumo, Ismail Fahmi dan Azman Latif membedah situasi korupsi terkini yang dialami Indonesia.

Ketua Forum Komunikasi Keluarga Alumni IMm DIY, Saleh Tjan mengatakan upaya melemahkan tugas fungsi dan peran KPK sebagai lembaga anti rasuah, sangat terlihat saat ini dan mulai muncul sejak pembahasan Revisi UU KPK No. 30 Tahun 2002 yang di godok dan disahkan oleh pemerintah dan DPR. Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan melalui Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Majelis Hukum dan HAM serta Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Bapak Busyro Muqaddas sudah melakukan kritik mewakili kekhawatiran banyak masyarakat termasuk warga Muhammadiyah terhadap masa depan lembaga anti rasuah tersebut.

“Apa yang dikhawatirkan jauh hari dari Revisi UU tersebut, secara perlahan mulai dirasakan oleh masyarakat Indonesia terhadap keberadaan KPK. Misalnya saja, adanya pasal yang mengatur kebijakan Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan (SP3) yang selama ini tidak dikenal di dalam institusi KPK. Sehingga seorang koruptor kelas kakap, seperti Sjamsul Nursalim beserta istrinya yang sudah merampok uang negara (BLBI) sebesar 4.58 Triliun bisa bebas kembali, setelah mendapat kebijakan baru, yaitu SP3. Belum tuntas urusan Sjamsul Nursalim, kini KPK dihadapkan dengan aturan baru dari Revisi UU KPK yang sudah disahkan sebelumnya, terkait perubahan atau alih status kepegawaian KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN),” ungkap Saleh disela diskusi.

Menarik lagi, pertanyaan-pertanyaan tes wawasan kebangsaan dinilai tak masuk dalam substansi penindakan korupsi. Pada tanggal 5 Juni kemarin dalam acara dialog dengan Rektor UGM dan Pimpinan PTN/PTS seluruh DIY, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyampaikan para koruptor tengah bersatu untuk menghantam untuk melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Pertanyaannya siapa para koruptor tersebut yang telah berhasil melemahkan KPK? Apakah mereka itu para pengusa politik, penguasa rezim atau para oligarki? Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut maka perlu kita menelisik upaya pelemahan KPK,” tegas Saleh.

Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (Fokal IMM DIY) sebagai wadah menghimpun para alumni IMM dan LHKP mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut berperan secara aktif untuk mendorong penguatan peran KPK sebagai lembaga anti rasuah dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. “Kami berkepentingan dalam hal ini, bagaimana korupsi harus menjadi musuh bersama. Itu yang ingin kami sampaikan melalui diskusi ini,” tegas Saleh.

Sementara, senator DIY, Afnan Hadikusumo mengapresiasi Alumni IMM DIY yang turut berpartisipasi ambil bagian berusaha memecahkan persoalan bangsa saat ini. Afnan menilai, diskusi dengan narasumber yang berkompeten mampu membuka cakrawala berpikir masyarakat yang harapannya bisa mengurai masalah bangsa agar berjalan maju ke depan.

“Diskusi semacam ini penting untuk dilakukan agar publik terbuka cakrawala berpikirnya. Memberikan pencerahan untuk menyelesaikan persoalan bangsa. Kami di DPD mendukung penuh,” tandasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI