Alumni Padmanaba Bangunkan Gedung 7 Lantai Senilai Rp 18 M, Punya Kelas Bentuk U hingga Ruang Pertunjukan

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Keluarga Besar Alumni Padmanaba, Selasa (17/8/2021) meresmikan pemasangan genteng atap terakhir pembangunan gedung baru bernama Grha Padmanaba di kompleks SMA N 3 Yogyakarta. Gedung senilai Rp 18 miliar itu bakal punya kelas modern dan ruang pertunjukkan untuk mendukung kegiatan siswa.

Ketua Panitia Pembanguna Grha Padmanaba, Triyanto, mengatakan gedung tersebut ditargetkan selesai dibangun pada bulan November-Desember mendatang sehingga dapat difungsikan mulai tahun 2022. Gedung tujuh lantai itu menurut dia menghabiskan dana Rp 18 miliar untuk pembangunan dan interior yang didapatkan dari iuran para alumni ditambah dana CSR perusahaan.

“Utamanya memang gabungan iuran alumni maupun CSR perusahaan. Total dana untuk bangunan Rp 15 miliar kalau dengan isinya Rp 18 miliar. Hari ini tahap konstruksi sudah selesai tinggal finishing dan pengisian interior, jadi harapannya selesai November paling lambat Desember ini,” ungkap Triyanto.

Saat ini bangunan lama SMAN 3 Yogyakarta memang dirasa masih kurang menunjang seluruh kegiatan siswa. Kebutuhan ruang penunjang seperti perpustakaan digital dan laboratorium diharapkan bisa mewujudkan kegiatan merdeka belajar siswa.

“Nanti ada ruang kelas modern saat ini, bentuknya U, kemudian laboratorium dan ruang pertunjukkan di lantai paling atas. Kami berharap, potensi adik-adik di SMA 3 bisa lebih maksimal karena fasilitas penunjangnya lengkap,” sambung dia.

Ketua Keluarga Besar Alumni Padmanaba, Hendri Saparini, menambahkan pembangunan gedung yang diinisiasi alumni diharapkan bisa menjadi inspirasi untuk sekolah-sekolah lain di DIY. “Mudah-mudahan bisa menginspirasi alumni sekolah-sekolah yang lain untuk berkontribusi demi almamater tercinta,” tandas dia.

Sementara, Didik Purwaka, Humas SMAN 3 Yogyakarta menyebut setelah selesai nantinya gedung akan dikelola dengan sebaik mungkin demi menunjang kegiatan siswa. Saat ini, SMAN 3 memang kekurangan ruang kelas dan fasilitas penunjang seperti laboratorium terpadu.

“Kita akan manfaatkan untuk memenuhi kekurangan sarana prasarana gedung tentu tanpa mengubah heritage yang ada. Kami total butuh 21 ruang kelas, saat ini di gedung lama baru ada 20 kelas. Gedung baru ini sangat kami butuhkan memang, semoga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI