Alun-Alun ‘Mencekam’ Saat Malam, Pedagang Mengadu ke Dewan

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Rahma, salah satu penjual angkringan di kawasan Alun-Alun Utara meradang sejak PPKM darurat diterapkan sebulan silam. Betapa tidak, ia tak bisa berjualan dan merasakan mencekamnya kawasan Alun-Alun Utara saat malam lantaran jalan ditutup dan lampu penerangan jalan dimatikan.

Rahma mendatangi DPRD DIY, Rabu (4/8/2021) bersama Forum Warga Yogyakarta yang di dalamnya terdiri dari 11 komunitas pekerja informal DIY. Mereka datang untuk mencari solusi terbaik, bagaimana tetap bisa mengais rejeki di tengah situasi serba tak pasti akibat naik turunnya kasus Covid di DIY hingga memunculkan kebijakan darurat dari pemerintah.

“Kalau malam sekarang alun-alun (utara) itu mencekam sekali, gelap jadi tidak ada orang yang mau datang. Kami diberi kesempatan buka sampai jam 20.00 tapi lampunya sudah dimatikan, hanya dari angkringan kami saja ada cahaya,” ungkapnya di depan wakil rakyat DPRD DIY.

Rahma mengaku saat ini ia selalu berusaha tersenyum menghadapi situasi yang tak mengenakkan. Namun, di hati ia tak bisa pura-pura tak terjadi apa-apa dan melanjutkan hidup begitu saja.

“Asline atine ajur e, arep bengok-bengok karo sopo bingung. Bayangkan bakul angkringan masih harus membiayai anak yang kuliah, SMP, SD, TK. Kami berharap bantuan tunai segera diberikan, tapi selain itu juga jalan dibuka dan lampu dinyalakan. Meski sampai jam 20.00 tapi orang masih mau datang begitu,” sambungnya.

Rahman Krisnandi, seorang pedagang Pasar Klithikan juga mencurahkan perasaan setelah harus tutup selama tiga minggu ke belakang dan kehilangan pemasukan ekonomi. Para pedagang menurut dia, mengandalkan penghasilan harian untuk bertahan hidup dan akhirnya kebingungan lantaran akses ekonomi ditutup.

BERITA REKOMENDASI