Amikom Tambah Guru Besar Pada Peringatan Dies Natalis ke-27

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Pertumbuhan penduduk berdampak pada meningkatnya lahan pemukiman dan berdampak pada pengurangan lahan pertanian. Lahan yang semakin sempit itu akan berakibat pada jumlah produksi hasil pertanian, belum lagi adanya hama atau penyakit. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh petani mangga adalah kehadiran hama dan penyakit yang menyerang baik pada buah, daun, batang maupun akarnya.

Hal ini akan mereduksi jumlah produksi mangga atau bahkan membuat mangga ditolak oleh konsumen. Adanya beberapa persoalan di atas memotivasi membantu petani dalam mengidentifikasi hama mangga, guru besar Universitas Amikom Yogyakarta Prof Dr Kusrini, MKom mencoba membuat sebuah aplikasi mobile berbasis kecerdasan.

“Saya bersama dengan Dr Suputa, ahli hama tanaman dari Fakultas Pertanian UGM serta beberapa peneliti lain, melakukan penelitian untuk menghasilkan aplikasi mobile. Keberadaan aplikasi itu untuk mengidentifikasi dan menangani hama dan penyakit pada tanaman mangga

Peneliti yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari ahli informatika Universitas Amikom Yogyakarta dan ahli hama mangga dari Fakultas Pertanian UGM,” Prof Dr Kusrini, MKom saat memberikan orasi ilmiah pengukuhan guru besar berjudul ‘Aplikasi Artificial Intelligence untuk Membantu Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat’dalam acara Dies Natalis ke-27 Universitas Amikom Yogyakarta di kampus setempat, Senin (11/10).

Kusrini menyatakan, aplikasi identifikasi hama pada tanaman mangga hanyalah salah satu contoh implementasi penerapan machine learning dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Aplikasi serupa dengan berbagai variasi algoritma didalamnya dapat digunakan dalam membantu mengidentifasi hama dan penyakit pada komoditas lainnya. Selain identifikasi hama/penyakit pada tanaman, aplikasi klasifikasi juga telah diterapkan dalam mengidentifikasi pengetahuan penyakit pada orangtua dalam sistem teleasesmen geriatri.

Rektor Universitas Amikom, Prof Dr M Suyanto, MM menyatakan, dengan dikukuhkannya Prof Dr Kusrin menjadi guru besar tidak hanya membanggakan Amikom tapi diharapkan bisa meningkatkan kualitas layanan pada masyarakat. Sehingga tema dies natalis ke-27 Amikom Tumbuh Bersama dalam Kreativitas bisa segera diwujudkan. Salah satu caranya dengan mengaplikasikan empat budaya yang ada di Amikom.

Pertama Caring culture yaitu budaya yang dibangun dengan dasar kepercayaan dan saling mengasihi. Kedua learning culture adalah budaya yang dibangun berdasarkan hasrat untuk menjelajahi dan mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi dengan penuh daya kreasi dan inovasi. Ketiga purposing culture adalah budaya yang dibangun berdasarkan pada tujuan hidup yang mulia, berkarya dan berprestasi yang paripurna bukan untuk memperoleh materi semata. Sedangkan keempat adalah enjoyment culture yaitu budaya yang dibangun berdasarkan keinginan untuk membahagiakan orang lain, menciptakan suasana yang membahagiakan dan menyenangkan.

“Selain menambah jumlah guru besar Amikom Yogyakarta meraih pengakuan internasional dari World’s Universities with Real Impact (WURI). Kampus teknologi ini menempati peringkat ke-33 dunia untuk kategori Industrial Application,” ungkap Suyanto. (Ria)

KR-Riyana Ekawati
?Prof Dr Kusrini, MKom

 

 

BERITA REKOMENDASI