Anak Muda Papua Berbagi Sembako untuk Tukang Becak dan Warga Miskin Yogyakarta

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Gelaran Papua Design Weeks yang digagas Noken Solutions dan Hati Btari terus bergulir secara utuh. Kali ini, anak-anak muda Papua dari berbagai daerah bersatu membantu warga membutuhkan di Yogyakarta yang kesulitan di masa pandemi Covid.

Elna Febi Astuti, Ketua Panitia Papua Design Week mengungkap sejatinya seni dan budaya merupakan roh suci yang menjiwai dan melekat pada segenap sendi-sendi peradaban manusia. Seorang seniman modernis paling berpengaruh di abad ke-20, Marc Chagall, secara lugas pernah mengungkapkan bahwa seni merupakan peta ikonografis bagi kebudayaan dan kemanusiaan.

Menurutnya, seni dan budaya merupakan elemen penting, bahkan dalam proses pengungkapan iman dan kebenaran. Ikonografi seni dan budaya tidak hanya sebatas deskripsi dan interpretasi, namun lebih jauh merepresentasikan esensi dari nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya. Dengan kata lain, manusia sebagai subjek-objek dan kemanusiaan sebagai nilai, menjadi pokok-pokok penting dan esensial dalam seni dan budaya.

“Papua Design Weeks Berbagi menjadi satu agenda khusus, sesuai rencana awal, untuk membumikan diri dengan situasi keprihatinan yang ada. Agenda ini tidak semata ingin menunjukkan rasa kesetiakawanan terhadap mereka yang terdampak langsung oleh pandemi, namun sekaligus menegaskan bahwa gelaran tidak menisbikan nilai-nilai kemanusiaan, ungkap Elna pada wartawan, Sabtu (09/01/2021).

Jhon Kaisma, salah satu peserta perwakilan dari kabupaten Mapi (Asmat) Papua, mengatakan paket-paket sembako yang dihimpun dari Papua Design Weeks didistribusikan untuk masyarakat yang membutuhkan di wilayah Yogyakarta. Pengayuh becak, difabel dan masyarakat miskin berusaha dijangkau sebagai ungkapan kesetiakawanan meski disadari tak kan cukup menyelesaikan masalah.

“Teman-teman ini menggantungkan penghidupan ekonominya di jalan, ada tukang becak, tukang parkir, pedagang kaki lima kemudian difabel juga. Kami berusaha membantu meski tidak seberapa nilainya,” ungkapnya.

Isaskar Saa, salah satu peserta lainnya menambahkan ia bersama seluruh peserta Papua Design Weeks berharap ada energi positif yang terbangun dari kegiatan yang dilakukan ini. Suasana kebersamaan dalam gerakan solidaritas kemanusiaan diharapkan bisa terbangun sehingga gelaran seni dan budaya tak hanya satu aktivitas kolaboratif dan elaboratif simbolik, melainkan juga pemaknaan terhadap nilai dan “world of view” manusia itu sendiri atas kehidupan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI