Anak Rentan Jadi Korban Kekerasan Media Daring

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Perkembangan teknologi membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia. Teknologi seperti dua mata pisau, di samping memiliki manfaat yang besar mempermudah kehidupan manusia, juga memiliki dampak dan risiko yang cukup besar. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban kekerasan dan eksploitasi melalui media daring.

“Jenis kekerasan dan eksploitasi yang dialami anak saat ini menjadi lebih beragam. Bukan hanya dilakukan dengan kontak langsung, namun juga terjadi secara nonkontak seperti cyberbullying, sexting, grooming dan sextortion. Ini merupakan perbuatan yang dilarang oleh undang-undang karena perbuatan ini melanggar hak-hak anak dan berdampak buruk bagi perkembangan anak,” kata Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini.

Berdasarkan hal tersebut, Linda berharap melalui sosialisasi yang diikuti 100 orang peserta ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak. Selain itu juga dapat memberikan pemahaman tentang upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan kemungkinan anak menjadi korban kekerasan dan eksploitasi di media daring. “Melalui sosialisasi ini masyarakat mengerti serta dapat berpartisipasi untuk mencegah dan menekan kasus kekerasan dan eksploitasi anak melalui media daring,” tambahnya.

Sementara Asdep Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi Kementerian PPPA Valentina Ginting menilai sosialisasi semacam ini perlu diselenggarakan sebagai salah satu proses pencegahan dan mengurangi risiko-risiko kasus kekerasan dan eksploitasi pada anak. Apalagi berdasarkan data dari UPT P2TP2AKabupaten Sleman pada tahun 2018 lalu, terdapat 177 kasus kekerasan terhadap anak.

“Kasus kekerasan dan eksploitasi pada anak saat ini muncul dari media daring khususnya media sosial. Perlu kolaborasi tidak hanya dari pemerintah saja, namun juga seluruh pihak dan masyarakat untuk mencegah kasus kekerasan dan eksploitasi melalui media daring,” jelas Valentina. (Has)

BERITA REKOMENDASI