Angka Kemiskinan DIY Dipertahankan di Angka 12 Persen

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Pemda DIY tidak merubah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tetapi hanya merubah sasaran dan program target kinerjanya. Salah satu target nasional kinerja yang disesuaikan adalah angka kemiskinan DIY menjadi 8,25 persen pada 2022. Tetapi faktanya, angka kemiskinan di DIY masih sebesar 12,28 persen pada Maret 2020 yang ditahan menjadi angka konservatif di masa pandemi Covid-19.

” Kita berupaya agar angka kemiskinan DIY tidak meningkat dengan mempertahankan dari angka 12 persen menuju 11 persen saja sudah luar biasa. Secara mandatorynya, target angka kemiskinan Pemda DIY menuju 7 persen pada 2022. Namun akhirnya kita sesuaikan menjadi sekitar 12 persen meskipun pemerintah pusat memberi target 8,25 persen pada 2022 karena pandemi Covid-19,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Beny Suharsono di Gedhong Pracimosono Kepatihan, Rabu (27/1).

Beny menuturkan kondisi makro perekonomian DIY mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19 sejak Triwulan I hingga Triwulan III 2020 sesuai yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) DIY maupun Bank Indonesia (BI) DIY. Sedangkan capaian pertumbuhan ekonomi DIY pada Triwulan IV 2020 secara resmi belum mampu digambarkan karena memang masih dalam proses kajian.

” Pertumbuhan ekonomi DIY di masa pandemi sampai Triwulan III 2020 yang meningkat tajam dialami jasa kesehatan 21,8 persen (yoy), diikuti informatika dan komunikasi (infokom) lalu sektor pertanian. Jika dilihat secara kuartal hingga Triwulan III 2020 lalu, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha yaitu akomodasi dan makan minum, kemudian jasa lainnya serta jasa perusahaan,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI