Angka Pengangguran di DIY Turun, Penduduk Bekerja Bertambah

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DIY mencapai 4,56 persen pada Agustus 2021 yang mengalami penurunan 0,01 persen dibanding TPT Agustus 2020 sebesar 4,57 persen dan mengalami peningkatan 0,28 persen dibanding TPT Februari 2021. Sedangkan penduduk bekerja DIY sebanyak 2,23 juta orang alias bertambah 102,21 ribu orang dari Agustus 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto menyampaikan TPT adalah indikator yang dapat digunakan dalam mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap pasar kerja. TPT merupakan perbandingan antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja yang digunakan dalam memonitoring dan mengevaluasi indikator ketenagakerjaan dalam pembangunan.

“Selama tiga tahun terakhir, TPT di DIY menunjukkan angka yang fluktuatif yaitu Agustus 2021 sebesar 4,56 persen, Agustus 2020 sebesar 4,57 persen, TPT mengalami penurunan 0,01 persen. Namun, jika dibandingkan Februari 2021 atau 4,28 persen mengalami peningkatan 0,28 persen. Hal ini karena adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di DIY,” paparnya di Yogyakarta, Senin (15/11).

Berdasarkan daerah tempat tinggalnya, Sugeng menuturkan TPT di daerah perkotaan 5,44 persen, sedangkan TPT di daerah perdesaan 2,21 persen. Hal ini terjadi karena di wilayah perkotaan memiliki sektor formal yang lebih banyak dibandingkan wilayah perdesaan. Seperti diketahui sektor formal lebih sulit dimasuki para angkatan kerja untuk bekerja, karena menggunakan keahlian atau syarat-syarat tertentu dibandingkan sektor informal

” Penduduk perdesaan biasanya tidak terlalu selektif dalam memilih pekerjaan, sehingga akan melakukan kegiatan apa saja walaupun berstatus sebagai pekerja keluarga maupun pekerja bebas pertanian. Disamping itu, sebagian masih bertahan di perdesaan berusaha mencari pekerjaan dengan melaju ke perkotaan. Apalagi didukung dengan kemudahan kepemilikan kendaraan bermotor dan semakin baiknya kondisi infrastruktur jalan,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI