Angkasa Pura I Gagalkan Pengiriman Kuda Laut Ilegal

YOGYA, KRJOGJA.com – PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta kembali buktikan komitmen dalam menjaga kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jasa bandara. Rabu (27/03/2019), didapati seorang penumpang membawa barang bawaan berupa kardus yang mencurigakan di Terminal B keberangkatan Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Setelah dibuka, barang tersebut berisikan kuda laut.

Berdasarkan kronologis kejadian pada pukul 10.15 WIB Rabu, (27/03/2019) Petugas Airport Security mencurigai barang bawaan penumpang berupa kardus berukuran besar. Petugas tersebut segera melakukan koordinasi dengan petugas CCTV untuk melakukan monitor pada penumpang yang membawa kardus cokelat besar, dan kemudian ditindak lanjuti melalui koordinasi dengan petugas operator X-Ray untuk dapat dilakukan pemeriksaan melalui mesin X-Ray HBS.

Atas hasil pengamatan melalui mesin X-Ray, sesuai dengan prosedur kemudian dilakukan pemeriksaan pada kardus cokelat besar bawaan secara manual yang ternyata berisikan kuda laut kering tanpa dilengkapi surat resmi dari Kantor Karantina Ikan.

Kepala BKIPM Yogyakarta Hafit Rahman mengatakan saat ini kasus tersebut sudah di bawa reskrim Polda untuk tindak lanjutnya, termasuk BB nya. "Kuda laut kering, disita dulu, nanti tergantung penyidikan seperti apa. Bisa dijerat dengan UU 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan," katanya ketika dimintai keterangan oleh para wartawan.

Menurutnya, pelaku tidak mentaati ketentuan, bahwa semua produk perikanan harus ada surat karantinanya untuk yang boleh dibawa atau dilalulintaskan. Hasil perikanan yang terkait konservasi atau aturan tertentu harus ada izin kementerian lain. 

"Kalau kuda laut ini terkait konservasi, ketentuan internasionalnya masuk dalam di Appendiks II CITES. artinya boleh ditangkap dengan ketentuan tertentu, misal kuota dibatas. Utk kuda laut boleh dilalulintaskan dalam keadaan hidup, dengan kuota tertentu, kalau kering berarti tidak bisa, (Karena harus dalam keadaan hidup), selain itu juga tidak ada suratnya," tambahnya.

Adapun penumpang tersebut berinisial LB (38), asal Yogyakarta, merupakan penumpang Air Asia AK347 dengan rute Yogyakarta-Kuala Lumpur-Bangkok Don Meang, membawa sebanyak 7.040 ekor kuda laut kering yang terbagi dalam 2 (dua) kardus besar berwarna cokelat dengan masing-masing berat kardus yaitu 14 kg dan 12 kg. 

“Penemuan ini telah dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur oleh Petugas Airport Security dan dikoordinasikan dengan petugas Karantina. Oleh pihak Karantina telah dinyatakan bahwa temuan bawaan tersebut tidak diizinkan untuk diangkut karena tidak sesuai dengan aturan perundangan UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan," tutur Agus Pandu Purnama, General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta.

Lanjut Agus, hal ini pula merupakan bentuk tindak lanjut dari penandatanganan LoCA, 19 Maret 2019 waktu lalu mengenai pemeriksaan lalu lintas ikan di Bandara Internasional Adisutjipto. Agus Pandu Purnama menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi serta keamanan ditingkatkan guna memonitor dengan baik pergerakan setiap penumpang dan barang melalui bandara. 

Diharapkan ini menjadi langkah yang baik ke depannya untuk menanggulangi, mencegah hingga mampu mengurangi tindakan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku yang tentunya dapat merugikan negara bahkan mengancam keamanan penerbangan khususnya di Bandara Adisutjipto. (Ive)

BERITA REKOMENDASI