Animo Pemohon SIM Cukup Tinggi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Animo masyarakat untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) saat ini dipandang cukup tinggi. Setidak-tidaknya jika ditilik dari jumlah pemohon SIM, baik permohonan baru maupun perpanjangan. Hal tersebut mengindikasikan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

Permohonan baru atau perpanjangan SIM, baik A maupun C bisa menjadi salah satu tolak ukur akan hal itu.
Guna mengimbangi tingkat ketaatan masyarakat tertib berlalulintas, Satlantas Polresta Yogya, Polda DIY berusaha meningkatkan kualitas pelayanan. Khusus bagi pemohon SIM baru maupun perpanjangan, pihak Satlantas Polresta Yogya memberikan keamanan dan kenyamanan selama proses berlangsung.

Kasatlantas Polresta Yogyakart, AKP Imam Bukhori didampingi Kanit Regident Satlantas Polresta Yogyakarta AKP Wartono, Sabtu (18/07/2020) menjelaskan terhitung sejak bulan April hingga Jumat (17/07/2020) pihaknya sudah mengeluarkan/memproduksi 11.515 SIM. Rinciannya, April (157 SIM A baru dan 164 SIM C baru, 432 SIM A perpanjangan dan 1.117 SIM C perpanjangan), Mei (189 SIM A baru dan 207 SIM C baru, 588 SIM perpanjangan dan 1.597 SIM C perpanjangan), Juni (485 SIM A baru dan 665 SIM C baru, 929 SIM A perpanjangan dan 2.411 SIM C perpanjangan), dan Juli (405 SIM A baru dan 586 SIM C baru, 438 SIM A perpanjangan dan 1.145 SIM C perpanjangan).

Mengenai prosedur permohonan SIM baru, setiap pemohon SIM baru wajib datang sendiri dengan membawa KTP asli, cek kesehatan, cek psikologi, menjalani ujian teori dan praktik. Sedangkan bagi pemohon SIM perpanjangan, tidak perlu menjalani uji teori dan praktik.

Pelayanan SIM di Satpas Patuk tetap menerapkan protokol kesehatan, meliputi penggunaan masker, cuci tangan, jaga jarak selama antre pengisian formulir, maupun antre menunggu pengambilan foto. “Pemohon yang tidak memenuhi syarat protokol kesehatan, terpaksa tidak kami layani demi mencegah persebaran Covid-19,” kata Imam Bukhori.

Imam Bukhori berharap masyarakat tetap memperhatikan pentingnya menaati protokol kesehatan, agar tidak muncul klaster baru Covid-19. Karena itu, sejak awal masyarakat memasuki area Satpas Pathuk sudah ditampani petugas agar melaksanakan protokol kesehatan.

Petugas akan mengarahkan pemohon SIM, mulai dari cek kesehatan, psikologi, pengambilan formulir, foto, hingga ujian teori dan praktik. “Kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pemohon SIM,” tandas Imam Bukhori.

Satlantas Polresta Yogyakarta juga telah meluncurkan program SIM Malam Minggu (Simami) di Teteg Malioboro setiap Sabtu malam. Program Simami khusus untuk perpanjangan SIM C dan SIM A.

Mengenai syarat terbaru tes psikologi, Imam Bukhori menjelaskan pemeriksaan kesehatan rohani (psikologi) pada penerbitan SIM sesuai dengan amanat perundang-undangan yang tertera dalam UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Undang-undang ini mengatur tentang kesehatan jasmani (keterangan dokter) dan kesehatan rohani dibuktikan dengan surat lulus tes psikologi.

“Persyaratan tersebut pada intinya untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengendara sepeda motor maupun mobil,” jelas Imam Bukhori. Diharapkan dengan semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, masalah tiblantas bisa terpenuhi. (Hrd)

 

BERITA REKOMENDASI