Antisipasi Bencana Alam Awal Tahun, DIY Siapkan Rp 10 Miliar

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – BMKG DIY memprediksi cuaca ekstrim akan terjadi hingga 7 Januari 2020 akibat aktifnya Monsun Asia. Pemda DIY pun mempersiapkan diri mengantisipasi adanya bencana ikutan seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor.

Sekda Pemda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkap pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi bencana akibat cuaca ekstrim. Menurut dia, BMKG DIY sudah menyampaikan prediksi bawasanya hingga 7 Januari cuaca masih akan tidak menentu dengan peluang hujan lebat disertai angin kencang.

“Disampaikan hari-hari ini ada cuaca ekstrim yang harus diantisipasi. Kami bersama BPBD Kabupaten Kota lakukan antisipasi agar siap, masyarakat juga siap. Kesiapannya logistik dicek, di DIY, BPBD cukup, baik makanan maupun bronjong sudah disiapkan. Kalau ada bencana di daerah jika kabupaten memerlukan kita sudah siapkan,” ungkapnya pada wartawan di Kepatihan Kamis (2/1/2020).

Di DIY ada beberapa daerah rawan yang harus diantisipasi baik itu banjir, tanah longsor maupun angin kencang. Bantul, Gunungkidul dan Kulon Progo menjadi daerah yang berpotensi mengalami bencana dan Pemda DIY mempersiapkan dana hingga Rp 10 miliar sisa dana tahun 2019 lalu untuk antisipasi perbaikan sarana bila nantinya dibutuhkan.

“Daerah rawan, ada beberapa yang kemungkinan banjir dan tanah longsor sudah diantisipasi. Imogiri sisi selatan, Gunungkidul juga masih hitung ada banjir di Gedangsari dan Tanjungsari, lalu Kulon Progo juga ada. Ada alokasi sisa anggaran bencana tahun lalu bisa kita siapkan di DIY Rp 10 miliar lebih. Diperbolehkan oleh pusat untuk dipergunakan, lebih untuk membangun prasarana jalan,” ungkapnya lagi.

Sebelumnya, BMKG DIY mengungkap kondisi atmosfer saat ini hingga beberapa hari ke depan diindikasikan mengalami fenomena skala regional hingga lokal, yaitu aktifnya Monsun Asia yang menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia.

Hal tersebut membuat terbentuknya pola konvergensi sehingga terjadi perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah serta suhu permukaan laut di wilayah sekitar Perairan Pulau Jawa yang cukup hangat. Selain hal tersebut yang juga menjadi perhatian yakni adanya fenomena gelombang atmosfer (Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave) yang signifikan di sekitar wilayah Indonesia. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI