Antusias Ibadah Haji Tinggi, Pembimbing Kini Wajib Bersertifikat

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Antusiasme masyarakat menunaikan ibadah haji hingga berimbas pada lamanya daftar tunggu keberangkatan haji menjadi peluang besar bagi pembimbing ibadah haji. Sebab, pembimbing ibadah haji memiliki peran penting bagi pelaksanaan ibadah haji di tanah suci.

"Sebab itulah, keberadaan pembimbing ibadah haji yang memiliki sertifikasi sangat penting. Karena pembimbing ini tidak hanya soal mengarahkan ibadah yang baik dan benar, tapi juga terkait profesionalisme profesi," tegas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementrian Agama RI, Prof Nizar Ali dalam Sosialisasi Pendaftaran dan Pembatalan Haji Khusus serta Penandatanganan MoU antara Dirjen PHU Kemenag RI dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tentang Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji di Lantai III Gedung Prof Saifudin Zuhri kampus setempat, Jumat (16/3).

Dijelaskan Prof Nizar, berdasar realitas data, pembimbing ibadah haji yang memiliki sertifikat saat ini sebanyak 3196 orang. Padahal kebutuhan idealnya sebanyak 5100 orang. Karena itu peluangnya masih besar untuk terus dikembangkan.

Sebab itulah untuk mewujudkan hal ini, Dirjen PHU Kemenag RI menggandeng UIN Sunan Kalijaga untuk melaksanakan sertifikasi pembimbing ibadah haji ini. UIN Sunan Kalijaga sendiri menjadi perguruan tinggi ke sembilan di Indonesia yang diajak bekerjasama menyelenggarakan program tersebut setelah UIN di sejumlah daerah. 

"Ke depan, sertifikasi ini menjadi syarat utama dan wajib bagi mereka yang ingin mendaftar pembimbing ibadah haji. Bahkan, arahnya semua petugas haji harus bersertifikasi. Termasuk nantinya untuk pembimbing ibadah umroh juga demikian. Melalui program ini, kami ingin menyiapkan SDM yang tidak hanya memiliki kualifikasi pembimbing ibadah, tapi juga pembimbing publik yang baik," lanjut Prof Nizar yang juga menjabat Ketua Umum PWNU DIY ini.

Terpisah Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr H Waryono menjelaskan, kerjasama ini sebagai bentuk komitmen meningkatkan pelayanan pada jamaah haji dan kualitas jamaah sendiri. Pasalnya, melalui sertifikasi akan diperoleh pembimbing yang berkualitas untuk mengarahkan jamaah menuju ibadah yang baik. 
"Kerjasama yang saling menguatkan dan bermanfaat ini harapannya dapat dirasakan umat," ucap Waryono. (Feb)

BERITA REKOMENDASI