Aplikasi “Warung Desa”, Hubungkan Masyarakat Desa dengan Kota

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Rumah Sahabat Desa, sebuah wadah sebagai solusi dan wahana kolaborasi antara kehidupan kota dengan pedesaan dalam bidang literasi keuangan dan pemberdayaan ekonomi, Jumat (31/1/2020) memperkenalkan aplikasi bertajuk “Warung Desa”. Aplikasi tersebut dibuat untuk memudahkan transaksi pembelian dan perbankan mikro oleh dan untuk masyarakat.

Danang Herdaru, penggagas Rumah Sahabat Desa mengungkap aplikasi Warung Desa sengaja dibuat untuk menghubungkan desa dengan kota dalam bingkai teknologi. Menurut dia, aplikasi Warung Desa atau yang akrab disebut Wardes bisa digunakan untuk berbagai kegiatan menunjang ekosistem perekonomian sekaligus memudahkan kegiatan sehari-hari masyarakat sesuai program OJK dan Bank Indonesia.

“Aplikasi ini kami kenalkan dari Yogyakarta untuk indonesia, Wardes ini bisa digunakan untuk berbagai kegiatan sehari-hari masyarakat misalnya transaksi beli pulsa, paket data, listrik, BPJS, PDAM sampai voucher game. Tak hanya itu, aplikasi Wardes ini bisa digunakan untuk transaksi perbankan mulai transfer ke bank hingga asuransi mikro,” ungkapnya pada wartawan usai peluncuran.

Tak berhenti di fungsi itu saja, Wardes menurut Danang akan dikembangkan lagi mengarah jadi market place yang bisa menghubungkan desa dan kota. Produk hasil masyarakat desa diberi ruang untuk bisa dijual ke kota juga sebaliknya.

“Jadi masyarakat desa bisa menjual hasil produk ke kota dan sebaliknya. Harapannya perekonomian semakin dinamis, seolah tidak ada jarak begitu antara masyarakat di manapun berada,” ungkapnya lagi.

Di tahun 2020 ini Rumah Sahabat Desa menargetkan bisa menarik 20 ribu agen untuk menjalankan Wardes di 23 kabupaten seluruh Indonesia yakni Kuningan, Cirebon, Majalengka, Ciamis, Tasikmalaya, Banjar, Grobogan, Gunung Kidul, Demak, Jepara, Kudus, Wonogiri, Pati, Rembang, Garut, Sumedang, Kabupaten Bandung, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Sragen, Ngawi hingga lndramayu. “Total transasksi yang kami targetkan juga tidak main-main sampai 12 juta transaksi. Kami ingin membawa kemudahan kegiatan ekonomi ke daerah rural yang sudah dirasakan masyarakat urban,” ungkapnya lagi. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI