Aplikasi ’Sengguh’ Awasi Program Kerja Pemda DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Keberadaan ‘Sengguh’sebagai salah satu dari 8 inovasi yang dimiliki Pemda DIY, mendapatkan perhatian lebih dari Kemenkominfo. Seperti diketahui Sengguh merupakan aplikasi yang berfungsi sebagai pengawasan terhadap program kerja yang dimiliki DIY, dan bisa diakses oleh masyarakat.

“Selama ini DIY telah melaksanakan aplikasi inovatif tersebut untuk pembangunan daerah. Program-program ini bisa diakses oleh masyarakat hingga ke level pedukuhan, tidak hanya program provinsi saja. Beberapa inovasi ini ada sebagian yang memang merupakan inovasi turunan dari aplikasi-aplikasi inovatif yang sebelumnya sudah ada di DIY,” kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sultan mengungkapkan, aplikasi Sengguh adalah salah satu bentuk pengawasan dalam pelaksanaan program. Sehingga dari situ bisa diketahui apakah terjadi penyimpangan atau tidak serta bisa dilaksanakan atau tidak.

Sebelumnya, bentuk pengawasan terhadap program yang ada di dalam Jogja Plan. Jogja Plan berawal dari Dataku, yaitu aplikasi untuk melihat datadata dalam membuat perencanaan.

Adapun terkait dengan keterbukaan informasi publik, DIY juga memberikan fasilitas terhadap tunanetra melalui penyediaan keyboard dengan huruf braille. Semua itu dilakukan karena semua lapisan masyarakat termasuk tunanetra memiliki hak untuk mendapatkan informasi.

“Kita bicara untuk mendorong agar program keterbukaan di bidang informasi meningkat. Saat ini DIY termasuk 5 besar terbaik dalam hal tersebut dengan nilai 80,29. Saya harap nanti akan tercapai angka di atas 90, sehingga semua pihak akan mendapatkan informasi serta meningkatkan indeks demokrasi,” jelas Sri Sultan.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo DIY Rony Primanto Hari MT menambahkan, ada 8 inovasi yang dikembangkan, adalah Jogja Pass, Sengguh, Dataku, IDMC DIY. Selain itu juga ada pelayanan Keterbukaan Informasi Publik baik tunanetra maupun kaum difabel, Pelayanan informasi melalui nomor Whatsapp, Pelayanan Informasi melalui Jogja Istimewa Email dan Website, dan Ruang Pelayanan Khusus Tunanetra.

Mengingat saat ini dari kriteria yang ditetapkan Kemenkominfo yaitu menuju informatif, kurang informatif, informatif dan tidak informatif. DIY berada pada status menuju informatif. (Ria)

BERITA REKOMENDASI