Arsitek DIY Tawarkan BIM untuk Bangun NYIA

YOGYA, KRJOGJA.com – Pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) telah dimulai, tahap perencanaan dan perancangan serta konstruksi telah berjalan meski masih ada sedikit riak penolakan. Komitmen untuk mengutamakan sumber daya lokal dalam proses pembangunan sudah melekat dalam kebijakan, fakta di lapangan penyerapan sumber daya lokal masih menyisakan masalah.

Pengurus Ikatan Arsitek Indonesian (IAI) DIY Erlangga Winoto mengatakan kendali pemanfaatan sumber daya lokal dalam pembangunan NYIA harus benar-benar diawasi untuk memastikan dukungan masyarakat. Hal tersebut kemudian berusaha dituangkan IAI bersama Jurusan Magister Arsitektur UII dalam seminar bertema "Optimalisasi Sumber Daya Lokal dan Peran Teknologi dalam mendukung NYIA” 20 Februari 2018 lalu.

Dalam seminar yang dihadiri stakeholder dari berbagai instansi seperti Balai PTK PUPR dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi DIY ini dibahas banyak hal di mana salah satu yang menjadi tajuk adalah Building Information Modeling (BIM). BIM ini diyakini dapat meningkatakan kinerja transparansi, akuntabilitas dan partisipasi pembangunan pada proses
perancangan, pembangunan maupun operasi dan pemeliharaan.

“Fasilitas utama NYIA sudah mulai dibangun, namun beberapa fasilitas lain seperti kompleks dan kawasan sekitarnya masih ada yang dalam tahap gagasan, sehingga potensi pemanfaatan teknologi BIM masih terbuka. BIM bisa dimaksimalkan untuk tahap perencanaan, pembangunan, maupun sebagai pendukung bagi manajemen fasilitas di kawasan NYIA dan sekitarnya,” ungkap Erlangga saat berbincang dengan wartawan Selasa (27/2/2018).

Sementara Ketua Jurusan Magister Arsitektur UII, Suparwoko, PhD (IAI) mengungkap potensi pemanfaatan teknologi BIM di sektor jasa konstruksi di Indonesia masih belum optimal hingga saat ini. Padahal, teknologi tersebut tidak hanya digunakan untuk kendali kinerja sistem konstruksi saja namun juga sebagai optimalisasi bagi pemanfaatan sumberdaya lokal baik dari sisi manusia maupun alam.

“DIY punya modal dari sisi SDM dan ini harus dimaksimalkan untuk pencapaian tujuan strategis mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri dan sejahtera. Di sinilah semua pihak harus memastikan bahwa sumber daya di wilayah keistimewaan ini bisa dimanfaatkan maksimal sehingga kesejahteraan merata,” terangnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI