ARSSI DIY Gelar Workshop Pengenalan dan Implementasi Lean di RS

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Ada tujuh pemborosan di rumah sakit swasta yang terinditifikasi antara lain bidang transportasi, persediaan, pergerakan, waktu, pelayanan berlebih, pengolahan berlebihan dan kesalahan. Oleh karena itu, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Seluruh Indonesia (ARSSI) DIY menyelenggarakan Workshop Pengenalan dan Implementasi Lean di Rumah Sakit, bertempat di Grage Hotel Yogyakarta, Jumat (2/9).

 

"Lean adalah strategi manajemen kerja dan sumber daya yang berasal dari praktik manajemen di Jepang," jelas Wakil Ketua ARSSI DIY dr Agus Wijanarko di sela-sela jalannya workshop. lean merupakan sebuah cara sistematis untuk menghilangkan pemborosan di dalam organisasi. Dalam bidang pelayanan, satu pemborosan ditambahkan yaitu SDM yang tidak diberdayakan.

Selain itu, lean bekerja pada keseluruhan rantai nilai organisasi sehingga mampu mencegah berbagai bentuk potensi pemborosan. Pemahaman lean hospital dapat menjadi salah satu cara dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi rumah sakit. Kegiatan ini menjadi salah satu jalan dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan di institusi pemberi pelayanan kesehatan khususnya di rumah sakit, guna pemenuhan cita-cita bangsa dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat sebaik-baiknya.

Menurut dr Agus Wijanarko ada sekitar 40 rumah sakit swasta di DIY yang menjadi anggota ARSSI. Pelatihan hari itu dirancang tidak hanya sekadar teori tetapi juga memberikan pengalaman dengan mempraktikkan secara langsung metode lean di rumah sakit. Masing-masing di bawah pengawasan dan bimbingan teknis dari praktisi lean rumah sakit. Pelatihan dirancang dalam dua paket kegiatan dan hasilnya akan dibuktikan secara fakta dan data efektifitas, implementasi metode lean di rumah sakit masing-masing. (War)

BERITA REKOMENDASI