ASC Yogya ‘Taklukkan’ Gua di Indonesia

SETELAH melakukan ekspedisi dan penelitian selama lebih kurang 1,5 bulan sejak 23 Juli 2016 lalu, tim Acintyacunyata Speleological Club (ASC) Yogyakarta berhasil menyisir 56 mulut gua di Halmahera. Namun begitu, jumlah tersebut belum seluruhnya mengingat baru seperempat wilayah Halmahera yang bisa dijelajahi tim.

"Setidaknya ada tiga sistem perguaan saling menyambung yang ditemukan. Kami petakan untuk selanjutnya bisa ditindaklanjuti tim yang lain," tutur Ketua Umum ASC Andi Pratama Situmorang ST kepada KRjogja.com, Kamis (15/9/2016).

Menurutnya gua di wilayah Halmahera memiliki kandungan batuan gunung api metamorf. Prosesnya diperkirakan terbentuk berdasar skala geologi 18-23 juta tahun lalu. Setidaknya penemuan ini bida dikembangkan dalam berbagai bidang, termasuk pariwisata alam karena sebagian besar letaknya berada di wilayah hutan taman nasional.

Hal tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak kegiatan ASC serupa yang berhasil meneliti gua di Indonesia. Sementara itu menurut Andi, ASC merupakan organisasi pecinta gua yang didirikan enam orang, Ari Wahyu, Iwan Baskoro, Tanjung Satrio, Hari Primadi, Ilyas Nasution dan Yanto Tanu (alm). Berdirinya organisasi ini didasari kepedulian terhadap gua. Berdiri di Yogyakarta pada 1 Januari 1984 setelah didahului penelusuran gua Seropan Gunungkidul.

"Di Eropa, ilmu speleologi atau ilmu yang mempelajari tentang gua beserta lingkungannya sudah berkembang sejak abad 18. Sedang di Indonesia kegiatan Speleologi baru sekitar dua dasawarsa ini. Itupun hingga saat ini masih lebih banyak diwarnai kegiatan petualangan, spiritual dan usaha memenuhi kebutuhan hidup penduduk setempat," jelasnya.

Pada masa awal berdiri, ASC telah melewati jenjang pendidikan yang diselenggarakan Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia (HIKESPI), meliputi kursus dasar Speleologi, kursus lanjutan Speleologi, klinik Speleologi, kursus manajemen Speleologi, kursus Cave Rescue Alpinism dan kursus Cave Rescue BCRA. Hingga saat inipun anggota ASC yang mencapai puluhan orang selalu aktif berlatih secara mandiri dan terus melakukan konsultasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kemampuan.

"Melalui ASC kami ingin mengembangkan pengertian dan kesadaran akan pelestarian lingkungan gua dan isinya serta secara aktif membantu usaha pelestariannya. Selain itu mengembangkan ilmu dan profesi Speleologi serta menyadarkan anggotanya akan perlunya ilmu ini ditekuni dan dikuasai untuk selanjutnya diamalkan bagi kesejahteraan umat manusia," urai Andi.

Sejak berdiri, ASC selama ini telah melakukan berbagai kegiatan di puluhan hingga ratusan gua di Indonesia, meliputi berbagai aspek seperti eksplorasi, ekspedisi, konservasi, SAR, pendidikan dan pelatihan, konsultan, kegiatan rutin hingga program dokumentasi. (R-7)

BERITA REKOMENDASI