Asita DIY, Berharap Peristiwa Tak Mengenakkan Libur Lebaran Tidak Terulang

YOGYA, KRJOGJA.com – Adanya peristiwa-peristiwa yang tidak mengenakkan, seperti tarif parkir yang mahal atau pedagang lesehan Malioboro yang menaikan harga di luar kewajaran sedikit banyak mencoreng dunia pariwisata di Yogyakarta. Kejadian tersebut harus menjad intropeksi agar tidak terulang lagi pada masa-masa selanjutnya.

Hal tersebut diungkapkan Ketua  Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY Udi Sudiyanto dalam halal bihalal Asita dan mitra yang berlangsung Kamis (13/06/2017) di Phoenix Hotel. Menurut Udi, kejadian yang terjadi saat masa high sesion tersebut harus menjadi refleksi semua karena cukup mencoreng wajah Yogyakarta.

"Asita sangat menyayangkan hal tersebut, itu sangat menyedihkan bagi pariwisata Yogyakarta. Oleh karena itu saya tekankan agar sesama pekerja pariwisata tidak hanya saling memanfaatkan tapi juga saling memaafkan, agar kejadian serupa tak terulang di high season berikutnya," paparnya seusai membuka acara halal bi halal.

Menurut Udhi, dengan saling memaafkan maka akan tercipta atmosfer yang baik untuk berembug kesepakatan yang terbaik antar sesama pekerja pariwisata. "Tapi semua itu tetap butuh peran pemerintah untuk menggiring koordinasi antar komunitas menjadi lebih kondusif," tutupnya.

Semua pihak di Yogya tentu tidak ingin kejadian kemarin, termasuk konflik yang terjadi antara sopir aplikasi online dengan taksi di bandara menjadi preseden buruk bagi pariwasata di Yogya. Saat ini sangat mudah masyarakat mengakses informasi yang terjadi dimanapun. Sehingga jika ada informasi negatif akan cepat diketahui.(MG – 07)

BERITA REKOMENDASI