Asita DIY Fokus Incar Turis Asia

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Industri biro perjalanan dan travel agent di DIY diminta fokus menggarap pasar wisatawan mancanegara (wisman) di Asia, khususnya di Asia Tenggara atau ASEAN. Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY meminta Pemda DIY bekerja sama dengan PT Angkasa Pura I (Persero), Dinas Perhubungan (Dishub) dan pihak terkait lainnya agar segera mendorong berbagai maskapai penerbangan masuk ke DIY.

Ketua Asita  DIY Udhi Sudiyanto mengatakan, dengan adanya tren pariwisata kelompok kecil  semisal dengan keluarga, wisatawan nusantara (wisnus) cenderung hanya memanfaatkan paket wisata atau hotel semata.

Selain itu, kelompok kecil ini juga cenderung membawa kendaraan bermotor pribadi  ke Yogyakarta. “Artinya mereka hanya menggunakan biro perjalanan wisata untuk pesan kamar  hotel atau hanya paket wisata semata di Yogyakarta. Tren pariwisata kelompok kecil   alias bukan kelompok besar atau group ini harus kita sikapi dengan membuat paket wisata  yang  variatif  dan menarik,” ujar Udhi di kantornya, Jumat (27/12).

Sedangkan wisman sendiri, menurut Udhi masih banyak yang menggunakan biro perjalanan di   DIY. Untuk itu, Asita DIY sangat menaruh perhatian khusus dengan kehadiran Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) sebagai pusat pariwisata atau tourism hub diDIY, sehingga akan ‘booming’ wisatawan khususnyam wisatawan asing beberapa tahun ke depan.

“Teman-teman  yang  tergabung di Asita DIY kita minta bisa mengantisipasi hal tersebut.  Jadi Pemda DIY dan PT API harus bekerja  dengan pelaku  pariwisata dan dinas  terkait maupun  stakeholder yang lain guna mendorong penerbangan langsung dari beberapa negara yang potensial wismannya,” ungkap Udhi.

Direktur Antar Anda Tour and Travel ini mengharapkan agar penerbangan langsung dari luar negeri tersebut ke DIY tidak hanya dari Kuala Lumpur Malaysia dan Singapura, tetapi paling tidak bisa dibuka dari negara-negara Asia lainnya, paling tidak dari negara negara anggota  ASEAN. Negara-negara yang dekat dengan Indonesia seperti Asia Tenggara  harus didorong agar bisa membuka penerbangan langsung ke DIY melalui BIY.

 

BERITA REKOMENDASI