Asita Sambut Upaya Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY Udhi Sudiyanto menyambut baik upaya yang dilakukan Pemerintah untuk meminta maskapai menurunkan tiket pesawat. Permintaan ini langsung ditanggapi Garuda Indonesia Group yang menurunkan harga tiketnya 20 persen.

"Kami menyambut gembira dengan penurunan harga tiket Garuda Indonesia Group. Semoga itu akan berkelanjutan dan diikuti maskapai lain sehingga menjadi angin segar buat dunia pariwisata dan lainnya," ujar Udhi.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arif Yahya meminta maskapai penerbangan menurunkan harga tiket pesawat. Sebab mahalnya harga tiket pesawat berdampak sangat signifikan terhadap dunia pariwisata di Tanah Air, di antaranya penurunan tingkat hunian hotel, penurunan jumlah penumpang dan yang paling dikhawatirkan semakin menekan jumlah kunjungan wisatawan.

"Contoh kasusnya ditunjukkan dari penurunan tingkat hunian kamar atau okupansi perhotelan secara nasional yang semula rata-rata 50 hingga 60 persen turun hingga 30 persen saat ini," ungkap Arief di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, pekan lalu.

Arief mengatakan andil atau porsi tiket pesawat dalam pariwisata cukup besar yang mencapai 30 hingga 40 persen. Jika harga tiket pesawat naik 50 persen, akan berpengaruh terhadap penurunan okupansi perhotelan dari 50 persen menjadi 30 persen.

Tekanan terhadap tingkat hunian hotel ini hampir terjadi di semua provinsi. Rata-rata mengeluhkan banyaknya pembatalan kunjungan wisatawan disebabkan mahalnya harga tiket pesawat.

Sedang menurut Udhi, meskipun maskapai penerbangan telah diminta agar menurunkan harga tiketnya, tetapi seberapa besar prosentase penurunnya tetap akan berdampak terhadap industri pariwisata. Asita juga menyoroti kebijakan bagasi berbayar karena disamping mempengaruhi sektor pariwisata tetapi juga berpengaruh kepada pelaku usaha lainnya seperti oleh-oleh, suvenir dan sebagainya.

"Kami harus melihat apakah penurunan tersebut cukup signifikan pengaruhnya atau tidak dan apakah harga tiket pesawat sudah kembali ke harga normal atau tidak karena akan terlihat reaksi pasar pariwisata ke depannya. Kami sangat berharap dalam pengambilan kebijakan tersebut harus mempertimbangkan segala elemen sehingga tidak membuat bingung suasana. Kalau ini terus berlangsung, saya khawatir terhadap keberlangsungan pariwisata dan UMKM" terang Udhi. (Ira)

BERITA REKOMENDASI