ASN di DIY Diimbau ‘Staycation’ Selama Libur Lebaran

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata (Dispar) DIY mengajak ASN di lingkungannya maupun ASN lainnya agar mengikuti program staycation di akomodasi yang ada di DIY selama libur Lebaran 2021 ini. Upaya optimalisasi program staycation tersebut guna membantu okupansi industri perhotelan baik bintang maupun non bintang di DIY yang sedang terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19 dan kebijakan larangan mudik Lebaran.

“Saya sudah menghimbau teman-teman ASN di Dispar agar mengikuti program staycation di hotel baik bintang maupun non bintang di DIY selama libur lebaran tahun ini. Saya pun mengajak ASN di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DIY agar memeriahkan staycation di akomodasi yang ada di DIY untuk membantu teman-teman perhotelan karena tingkat huniannya sangat rendah sekali,” papar Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo di Komplek Kepatihan, Selasa (11/05/2021).

Singgih mengatakan ajakan staycation tersebut hanya sebatas imbauan saja dan tidak ada Surat Edaran (SE) khusus yang dikeluarkan. Pihaknya pun tidak menargetkan jumlah wisatawan yang datang, tetapi Dispar fokus berupaya agar pengelola tempat wisata dapat sehat dan tidak terpapar Covid-19.

Pihaknya juga berharap wisatawan lokal asli DIY dapat melakukan kegiatan wisata di DIY, baik itu melakukan staycation maupun menjelajah wisata DIY, sehingga sektor wisata dapat digerakkan sekecil apa pun.

“Jadi imbauan kepala dinas pariwisata untuk para ASN di Dispar tentunya dan saya mengimbau ASN lainnya untuk bisa staycation di hotel, termasuk homestay dan sebagainya,” tambahnya.

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono menyampaikan nasib industri perhotelan di DIY tengah diujung tanduk dan sakitnya makin parah dengan adanya kebijakan larangan mudik Lebaran. Tingkat pemesanan hotel atau reservasinya belum ada perkembangan signifikan saat ini dan masih stagnan di kisaran 0,8 hingga 1,3 persen hingga 17 Mei 2021.

Sementara itu, okupansinya pun tercatat masih di angka 0,8 persen alias sangat menyedihkan sekali. “Program staycation bagi ASN dan lain-lain belum bisa mendongkrak okupansi namun kami berharap semoga ada pergerakan nantinya. Kami hanya ingin mengetuk teman-teman ASN agar bisa staycation di hotel selama libur Lebaran tahun ini,” tandasnya.

Deddy mengungkapkan setidaknya sudah ada reservasi yang masuk dari ASN untuk staycation di beberapa hotel di area tengah tetapi belum signifikan. Sebab jumlah hotelnya banyak sementara peminat staycation masih minim apalagi hanya wisatawan lokal yang bisa masuk.

“Pangsa pasar kita adalah wisatawan domestik dari area sekitar DIY seperti Solo, Magelang, Purwokerto dan sebagainya. Karena ada penyekatan larangan mudik, banyak wisatawan dari luar DIY membatalkan menginap. Namun, kita masih berharap momentum lebaran tahun ini ada pergerakan okupansi setidaknya bisa sama dengan capaian tingkat hunian pada momentum yang sama tahun sebelumnya di kisaran 25 hingga 30 persen,” terang General Manager Hotel Ruba Grha Yogyakarta ini. (Ira)

BERITA REKOMENDASI