ASPD Diminta Jadi Tolok Ukur Pembelajaran Daring Sekolah di Kota Yogyakarta

Pihak sekolah menurut Kamba berupaya menjaga kualitas ujian sekaligus menjaga keamanan dari segi protokol kesehatan. Forpi melihat sekolah-sekolah sudah siap menerapkan sistem pembelajaran tatap muka.

“Di SMP Muhammadiyah 2, sekolah menyediakan minuman kemasan kotak dan buah-buahan yang dibagikan saat para siswa hendak pulang dan dijemput oleh orangtua. Sistemnya terkoordinasi karena menggunakan handy talky (HT) di ruangan kelas. Begitu juga di Bopkri 1 di mana para siswa menggunakan komputer yang sama sepanjang ujian. Menurut kami, sekolah-sekolah yang dipantau sudah semakin siap menerapkan tatap muka kedepan, tentu dengan berbagai syarat,” tandas Kamba.

Penerapan pembelajaran tatap muka menurut Kamba sudah sangat dinantikan siswa dan para orangtua. Forpi berharap pemerintah menjadikan keberhasilan ASPD sebagai tolok ukur persiapan pembelajaran luring.

“Sistemnya bisa diatur untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Tentu kita tidak ingin terjadi penularan namun di sisi lain juga memperhatikan kualitas belajar anak juga para orangtua. Kami melihat ASPD bisa menjadi tolok ukur,” tandas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI