Aspeg Indonesia Desak Pemerintah Tepat Tangani Corona

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Advokat Spesialis Pengadaan (Aspeg) Indonesia mendesak pemerintah untuk secara cepat dan tepat melakukan penanganan terkait merebaknya Virus Corona di tanah air. Hal ini penting dilakukan agar virus mematikan ini tak terus mewabah dan penderitanya tidak semakin bertambah.

Ketua Umum Aspeg Indonesia, Bedi Setiawan Al-Fahmi SH mengatakan wabah Corona menimbulkan ketakutan tersendir di tengah masyarakat. Walau tak ada pemberlakuan lockdown, namun aktivitas maayarakat tetap terganggu sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada sektor ekonomi.

“Mendesak pemerintahan baik eksekutif, legislatif dan yudikatif untuk bertindak secara cepat dan tepat melakukan hal-hal yang urgensi dibutuhkan masyarakat,” kata Bedi di Yogya, Kamis (26/03/2020).

Aspeg Indonesia juga meminta pemerintah untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk para petugas medis dan Masker. Ketersediaan hand sanitizer serta disinfektan kepada masyarakat juga harus tersedia sebagai bentuk antisopasi pertama terhadap ancaman Corona.

“Tanaga medis dan kesehatan sebagai garada terdepan dalam perang melawan Corona ini juga harus diperhatikan kesehatannya. Jangan sampai mereka yang bertugas justru menjadi orang pertama yang terpapar virus tersebut,” katanya.

Kepada para pengusaha, Bedi juga meminta agar mereka terpanggil untuk turut mendonasikan guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Kepada para karyawa maupun pekerja yang diliburkan untuk sementara waktu juga harus tetap mendapat gaji tanpa ada pemotongan.

Berikut kutipan 5 point desakan pernyataan sikap DPP Aspeg Indonesia kepada Pemerintah RI :

Mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mengadakan dan/atau menyediakan serta memastikan terpenuhinya alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis sebagai garda terdepan dalam proses penanganan pencegahan dan penyebaran Corona Virus Disease 2019  (Covid -19) di Indonesia.

Mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mengadakan dan atau memastikan terpenuhinya kebutuhan bahan pokok, masker, hand sanitizer serta disenfiktan kepada masyarakat Indonesia disetiap ruang publik selama proses penanganan pencegahan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk merealisasikan pemberian insentif kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan kepada masyarakat pekerja penghasilan harian yang terkena dampak dari proses pencegahan dan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia.

Mendesak seluruh anggota Legislatif turut berperan serta secara nyata untuk mendukung upaya dan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dalam proses pencegahan dan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia.

Mendesak Mahkamah Agung Republik Indonesia turut menyukseskan upaya pemerintah dalam proses pencegahan dan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia untuk mengevaluasi SEMA  No. 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas selama Masa Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya secara tegas dan jelas hanya untuk persidangan Perkara Perdata pada proses e-Court dan e-Litigasi dan persidangan Perkara Pidana, Pidana Militer dan Jinayat yang terdakwanya sedang ditahan dan masa penahananya tidak dapat diperpanjang lagi selama proses pencegahan dan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di lingkungan Mahkamah Agung dan badan Pengadilan yang berada di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia. (*)

BERITA TERKAIT