Atasi Intoleransi dan Klithih, Perda Pendidikan Pancasila Digagas

YOGYA, KRJOGJA.com – Komisi A DPRD DIY menggagas Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di awal tahun 2020. Maraknya tindak intoleransi dan kekerasan jalanan melibatkan anak muda menjadi latarbelakang dibuatnya peraturan tersebut. 

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menyebut terjadinya tindak intoleransi dan kekerasan di jalan baru-baru ini menjadi keprihatinan dan kesedihan bagi seluruh elemen masyarakat. Kejadian tersebut seolah bertolak belakang dari predikat yang tersemat pada masyarakat DIY dengan toleransi dan kecintaan pada damai. 

“Komisi A mengecam hal-hal tersebut dan mengeluarkan beberapa rekomendasi yakni ke pemda untuk meningkatkan dukungan kebijakan pendidikan masyarakat khususnya budi pekerti melalui instansi terkait. Komisi A mendukung Polri untuk tegas melakukan tindakan hukum pada siapapun yang menjadi pelaku tindak intoleransi, terorisme dan kekerasan di jalan. Kami juga ajak tokoh berikan perhatian lebih untuk anak-anak agar tak terpapar hal buruk tersebut,” ungkap Eko pada wartawan Jumat (17/1/2020). 

Sebagai wujud penyelesaian masalah tersebut dalam jangka panjang, Komisi A lantas menginisiasi Perda Pendidikan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Perda tersebut menjadi payung hukum kegiatan intensif untuk generasi muda dengan mengedepankan kemanjuan IT. 

“Metodenya melalui pemaksimalan IT, sesuai masa kini dan masa depan. Pendidikan Pancasila harus milenial dengan menyesuaikan kondisi yang ada agar tetap relate dan mudah dipahami generasi kedepan. Nanti dalam Perda akan dibahas dengan detail,” imbuh Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Suwardi. 

Di sisi lain pada 2020 Komisi A tetap akan menggelar Sinau Pancasila yang sudah ada sejak 2018-2019 lalu. Hanya saja, untuk memaksimalkan sasaran kini Komisi A memilih 7.800 orang didominasi anak muda di 78 kecamatan DIY. 

“Jadi sasaran Sinau Pancasila tahun ini milenial dan netizen. Sosial media berkembang cepat dan rupanya sikap mental tak baik mulai hate speech dan fitnah muncul. Ini yang ingin kita cegah, menggelorakan semangat positif untuk masyarakat,” pungkas Suwardi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI