Atasi Kekeringan, BPDB DIY Bentuk ‘Help Desk’

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah DIY menjadi fokus perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY maupun kabupaten/kota. Bahkan untuk memudahkan koordinasi dan penangganan, BPBD DIY membentuk semacam 'Help Desk' (Pusat Layanan Informasi) di Pusdalops DIY, untuk mengatasi kekeringan. Help Desk ini merupakan pelayanan bagi warga, instansi atau komunitas yang akan membantu droping air ke daerah-daerah yang membutuhkan.

"Pusat Layanan Informasi itu dibentuk untuk penanganan darurat kekeringan, selain itu juga melayani institusi atau komunitas yang akan memberikan bantuan air. Mengingat BPBD kabupaten/kota merupakan garda terdepan dalam penangganan kekeringan, koordinasi sengaja kami intensifkan. Dengan begitu kami berharap? penyaluran air bisa benar-benar tepat sasaran," kata
Kepala Pelaksana Harian BPBD DIY, Biwara Yuswantana di Yogyakarta, Jumat (5/7).

Biwara mengungkapkan, meski daerah masih mampu mencukupi kebutuhan atau permintaan droping air. Tapi sudah ada dua wilayah di DIY yaitu Gunungkidul dan Bantul yang sudah menerima bantuan air dari BPBD setempat. Adapun perinciannya untuk wilayah Gunungkidul, sampai 30 Juni, BPBD sudah mengirim 360 tangki.

Dari 360 tangki tersebut, sebanyak 200 tangki diperuntukkan bagi Girisubo, Rongkop 100 tangki, Paliyan 20 tangki, Panggang 20 tangki dan Tepus sebanyak 20 tangki. Sedangkan untuk? 1Juli  sampai 5 Juli sudah ada 100 tangki yang diperuntukkan bagi lima kecamatan. Sementara untuk Kabupaten Bantul sebanyak 10 tangki yang diperuntukkan bagi Kecamatan Pleret, Pandak, Dlingo dan Piyungan.

"Berdasarkan koordinasi yang kami lakukan dengan stakeholders terkait. Puncak musim kemarau diprediksikan akan terjadi pada Agustus 2019. Adapun untuk musim kemarau sendiri diprediksikan sampai awal Oktober,"terang Biwara.

Lebih lanjut Biwara menambahkan, sejumlah daerah di DIY sudah masuk status siaga kekeringan, karena telah mengalami  
Hari Tanpa Hujan (HTH) ?lebih dari 31 hari. Seandainya terjadi hujan intensitasnya kurang dari 10 milimeter (MM) per 10 hari.
Menyikapi kondisi tersebut, Biwara mengimbu kepada masyarakat, untuk melakukan penghematan air saat musim kemarau. Selain melakukan penghematan air masyarakat perlu mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan.

"Karena saat ini masih musim kemarau, untuk menghadapi musim penghujan, alangkah baiknya apabila masyarakat menyiapkan bak-bak penampungan air. Sehingga saat musim penghujan bak-bak tersebut bisa digunakan untuk memanen air," tambahnya. (Ria)

 

BERITA REKOMENDASI