Atlet E-Sport Indonesia Berebut Juara di Predator League 2020

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tak Kurang 3.350 tim E-Sport dari 17 negara di Asia Pasifik turut serta dalam ajang Predator League 2020. Menarik, dalam liga yang sudah memasuki tahun penyelenggaraan ketiga ini, dipertandingkan dua game populer yakni Player Unknown’s Battle Ground (PUBG) dan Dota 2. Andreas Lesmana, Product Manager Gaming Acer Indonesia selaku penyelenggara mengungkap saat ini untuk region Indonesia, peserta sedang melakukan kualifikasi. Untuk Dota 2, kualifikasi dilakukan 11-13 November secara online sementara untuk PUBG dilaksanakan 14-15 November 2019.

“Peserta mengalami peningkatan jauh lebih besar dan potensi tim-tim Indonesia juga meningkat tahun ini. Total tahun ini ada 17 negara yang berpartisipasi dan total tim sudah mencapai 3.350. Kami berharap pemenangnya untuk tahun 2020 nanti dari Indonesia,” ungkapnya pada wartawan dalam temu media dan komunitas Sabtu (16/11/2019).

Di Indonesia, Predator League memberikan hadiah Rp 200 juta untuk pemenang. Sementara di tingkat Asia Pasifik, hadiah semakin besar yakni 400 ribu USD atau hampir setara Rp 5 miliar.

“Ini komitmen agar E-Sport semakin berkembang dan khususnya di Indonesia bakat-bakat baru bermunculan. Gamers sekarang ini sudah jadi profesi dan harapan kami akan semakin berkembang kedepan karena luar biasa sekali animonya di seluruh dunia,” sambung Andreas.

Nantinya juara-juara Indonesia akan dibawa ke babak final di Manila Filipina pada 22-23 Februari 2020. Gamers Indonesia harus bersaing dengan tim terbaik dari negara-negara seperti Malaysia, Filipina, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, India, Singapura, Vietnam, Thailand hingga Australia.

“Tahun lalu grand final di Bangkok berhasil mendatangkan penonton hingga 10 ribu. Harapan kami wakil Indonesia bisa jadi juara Asia Pasific Predator League 2020,” pungkas dia. (Fxh) 

BERITA REKOMENDASI