Aturan Baru Usai PPKM, Pemulihan Sektor Pariwisata Butuh Dukungan

YOGYA, KRJOGJA.com – Selama kebijakan PPKM sejak 3 Juli 2021, industri pariwisata di Kota Yogya menjadi salah satu yang terdampak. Upaya pemulihan untuk dapat kembali bangkit pun membutuhkan dukungan berbagai pihak. Terutama dari pemerintah yang memiliki sumber daya memadai.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Yogyakarta Dra Sri Retnowati, mengungkapkan roda ekonomi di Kota Yogya mayoritas ditopang oleh industri pariwisata. “Ketika sektor ini tersendat maka ekonominya ikut berpengaruh. Tidak hanya usaha yang digeluti warga melainkan pendapatan pemerintah juga berkurang,” jelasnya.

Oleh karena itu destinasi wisata baru bisa kembali dibuka ketika kebijakan PPKM semakin dilonggarkan. Akan tetapi pasca PPKM pun harus menghadapi aturan baru. Terutama berbagai pembatasan mulai dari jumlah pengunjung maupun durasi kunjungan. Hal itu otomatis berimbas pada target pendapatan yang harus disesuaikan.

Begitu pula kebijakan One Gate System bagi armada bus pariwisata yang harus melalui Terminal Giwangan. Melalui satu pintu tersebut bus pariwisata yang membawa rombongan tanpa dilengkapi identitas kesehatan serta kartu vaksin, tidak diperkenankan masuk Kota Yogya.

“Kebijakan itu memang untuk menjamin keamanan semua pihak. Namun di sisi lain berpotensi pada menurunnya jumlah kunjungan. Seperti halnya waktu kunjungan di Malioboro yang dibatasi dua jam,” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI