Awal Mula Kemunculannya,’Telolet’ Menuai Prokontra

YOGYA (KRjogja.com) – Awal mula kemunculan klakson dengan nada telolet, ternyata menimbulkan protes. Komplain tersebut datang dari penumpang maupun pengguna jalan lain, terutama motor. 

"Awal mula kami memakai klakson telolet diprotes oleh penumpang dan pengendara motor," kata Teuku Eri Rubiansah, owner bus Efesiensi yang mempopulerkan klakson telolet pada tahun 2001.

Baca Juga : Ini Orang yang Pertamakali Bawa 'Telolet' ke Indonesia

Protes dari penumpang karena bunyi klakson yang masuk ke dalam ruang dalam bus. Sehingga terdengar bising, sedang bagi pengendara motor, letak klakson yang berada di bawah membuat mereka kaget karena terdengar keras sekali.

"Kami kemudian memindahnya ke bagian atas bus, suara klakson juga tidak lagi terdengar bising oleh penumpang, begitu juga dengan pengendara motor karena letaknya di atas tidak langsung mengarah ke mereka," kata Eri yang selalu mengganti armada bus Efesiensi setiap dua tahun sekali. Hal itu yang membuat sampai sekarang armada bus selalu baru.

Saat ini diakui Eri, klakson telolet sangat beragam. Corong yang digunakan bahkan ada yang sampai 6. Selain itu bunyi nadanya juga macam-macam. Bus Efesiensi sendiri setelah melakukan inovasi dengan klakson telolet, khusus menyambut tahun baru ini akan mengeluarkan satu armada Efesiensi Double Deck atau bus singkat. Bus ini hanya akan turun pada 23 Desember 2016 hingga 1 Januari 2016. (Apw)

 

BERITA REKOMENDASI