Awan Cumulonimbus Terpantau di DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Berdasarkan pantauan radar cuaca Stasiun Klimatologi Mlati Sleman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY tanggal 2 Februari siang, terlihat adanya gugusan awan konvektif Cumulonimbus (CB). Fenomena ini khususnya terjadi di wilayah bagian tengah Yogyakarta.

“Kondisi ini menyebabkan terjadinya potensi hujan sedang hingga lebat. Selain itu juga adanya kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah. Seperti Kulonprogo bagian utara dan tengah, Sleman bagian barat, Kota Yogyakarta, Bantul bagian utara dan Gunungkidul bagian selatan,” ujar Etik Setyaningrum selaku Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun klimatologi Sleman, Rabu (02/02/2022).

Dari BMKG Yogyakarta telah memberikan peringatan dini terhadap potensi cuaca ekstrim tersebut pada pukul 12.25 WIB. Mengingat saat ini merupakan masa puncak periode musim hujan hingga Februari 2022, maka diharapkan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrim seperti hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang yang berpeluang terjadi pada siang sampai sore hingga menjelang malam hari.

“Dipuncak musim hujan Bulan Februari ini diperkirakan hujan bulanan di wilayah DIY berkisar 200-500 mm/bulan atau kategori menengah ke tinggi,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, BMKG menghimbau kepada masyarakat agar waspada potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat. Daerah rawan banjir dan longsor yang tinggal dekat bantaran sungai juga harus menjadi perhatian.

“Masyarakat juga harus waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang dan roboh. Jika sedang berada di luar ruangan, agar tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat atau petir,” jelasnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI