Bagi Agen, Perlu Ada ‘Reward And Punishment’

YOGYA (KRjogja.com) –  Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menilai perlu adanya 'reward and punishment' seperti teguran bagi konsumen atau pengusaha yang mampu tetapi menggunakan elpiji 3 Kg karena bahan bakar bersubsidi tersebut bukan haknya.

Kebijakan ini, perlu dipertegas bagi agen dan pangkalan 'nakal' yang menjual gas subsidi melebih Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 Kg sebesar Rp 15.500/Kg dan menjual gas melon ke luar rayon supaya menimbulkan efek jera.

"Tugas pengawasan gas bersubsidi sebenarnya ranah Pertamina, itupun hanya sampai tingkat agen dan pangkalan diluar itu sulit dikendalikan. Apabila sampai ada pangkalan yang menjual gas melon di atas HET, kami akan koordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait," ujar Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY, Sugeng Purwata di Kompleks Kepatihan, Rabu (02/11/2016).

Sugeng mengatakan dari hasil rapat koordinasi terakhir dengan pihak Pertamina, Hiswana Migas maupun Disperindag setempat dinyatakan sudah tidak terjadi kelangkaan gas melon di DIY dengan stok di penyalur atau pangkalan mencukupi. Apabila sampai ditemukan adanya agen dan pangkalan elpiji 3 Kg 'nakal' baik menjual di atas HET atapun menjual ke luar rayon, sepenuhnya dikembalikan kepada pihak Pertamina. (Ira)

BERITA REKOMENDASI