Bahas Pengamanan Jelang Idul Fitri, Sultan Ingatkan Lima Poin Ini dan Ingatkan Anak Muda Soal Covid-19

4.Terkait adanya pemberlakuan sanksi bagi masyarakat yang tidak mematuhi anjuran pemerintah, Pemda DIY belum menerapkan sanksi khusus. Ngarsa Dalem menyatakan bahwa kunci utama yang bisa menghentikan laju penyebaran COVID-19 adalah kesadaran diri dari masyarakat.

“Kalau masyarakat tidak tumbuh kesadaran untuk mendisiplinkan diri, tetap agak susah. Yang PSBB pun problemnya sama, mendisiplinkan juga tidak mudah, dalam arti di luar masih banyak kegiatan, dan biasanya sanksinya berupa sanksi sosial dari masyarakat,” ungkap Ngarsa Dalem.
Sultan menambahkan bahwa sejatinya kita semua perlu belajar bagaimana kesadaran untuk membangun disiplin bagi diri sendiri.

Hal lain yang dikhawatirkan adalah keyakinan anak-anak muda yang menganggap dirinya tidak rentan terkena COVID-19.

“Kalau anak muda itu relatif kondisi fisiknya lebih baik dari yang tua apalagi punya penyakit lain. Saya khawatir hal-hal seperti itu memberikan keyakinan pada anak-anak muda, yang merasa dalam keadaan sehat, bahwa dirinya nggak mungkin sakit. Ini memang ada kesengajaan ya, bagi saya kurang bagus,” jelas beliau.

Sultan juga menuturkan bahwasanya kebijakan Pemda DIY yang sejak awal diberlakukan, memiliki tujuan.

“Sejak awal kami menutup desa karena kunci tinggalnya penduduk itu di desa. Meski demikian, kami tidak ingin masyarakat jadi korban kebijakan. Tapi masyarakat menjadi subjek dalam proses untuk menghetikan COVID-19. Jangan sampai kebijakan membelenggu seseorang,” tegas beliau.

5. Belum ada pembahasan tentang skenario Pemda DIY mengatur akses transportasi umum mengingat Menteri Perhubungan RI telah memberikan kelonggaran terkait operasional moda transportasi umum.

“Yang jelas, hanya mengatakan bahwa mudik itu masih dilarang. Berarti kita juga melakukan pembatasan untuk masuk,” tutup Ngarsa Dalem. (*)

BERITA REKOMENDASI