Bahaya Fintech Ilegal Mengintai Masyarakat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Financial Technology (Fintech) merupakan inovasi di bidang jasa keuangan. Ada sejumlah bahaya fintech ilegal yang mengintai masyarakat. Bahaya itu, fintech ilegal tak patuh regulasi yakni tidak mendaftar ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak mau tunduk pada peraturan dan tidak mau diawasi OJK. Bunga, denda dan biaya sangat tinggi.

“Penerapan bunga, denda dan biaya sangat tinggi. Bahkan tidak jelas di dalam perjanjian. Tidak transparan pada hak dan kewajiban pihak-pihak yang terlibat,” ujar Maya Y Priyanto, Kasubag Pengawasan Industr Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY dalam Webinar Fintech ‘Optimalisasi Fintech dalam Era Digital’.

Webinar tersebut juga menghadirkan narasumber Renald Yusuf Wijaya (Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia/AFSI, Co-Founder @ethis.co&@kapital.boost) dan Dery Januar (Direktur Utama Bank Syariah Bukopin) dengan moderator Annisa Fithria SE MSc. Webinar diselenggarakan Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merupakan implementasi Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), Senin (09/08/2021) lalu dengan menggunakan media Zoom Meeting diikuti 350 peserta terdiri dari mahasiswa, dosen dan masyarakat umum.

Menurut Maya Y Priyanto, bahaya fintech ilegal lainnya, pengurus dan SDM tidak andal, proses penagihan tidak beretika, akses data pribadi berlebihan. Ada lagi, pengaduan tak tertangani, lokasi kantor tidak jelas, kebanyakan penawaran melalui media sosial.

Maya juga menyampaikan materi mengenai kebijakan dan regulasi terkait financial technology Peer-to Peer (P2P) Lending. Maya juga memaparkan potensi ekonomi digital, peran OJK, dan penguatan industri fintech P2P Lending.

Selain itu penjelasan terkait bahaya fintech P2P illegal dan upaya OJK dalam melindungi stakeholders. Pada sesi kedua, Ronald Yusuf Wijaya menyampaikan materi tentang fintech syariah dan memberikan contoh fintech syariah yang sudah mendapatkan izin dari OJK, seperti Ethis dan Kapital Boost.

Sesi terakhir diisi oleh Dery Januar menyampaikan materi terkait transformasi digital di perbankan syariah, pemanfaatan teknologi digital di perbankan dan sinergi perbankan dengan fintech. Sedangkan Annisa Fithria juga mewakili panitia menyebutkan, Webinar kali ini diadakan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman mahasiswa, masyarakat terkait regulasi dan praktik fintech.

“Dengan terselenggaranya webinar ini diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan memahami serta lebih waspada saat melakukan investasi menggunakan fintech agar tidak terjebak pada fintech illegal,” pungkas Annisa, Rabu (11/08/2021). (Jay)

BERITA REKOMENDASI