Bakal Ditertibkan, Pemkot Kumpulkan Pemilik Reklame

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Pemilik reklame berizin namun berada di area larangan, harus siap-siap merobohkan secara mandiri. Pasalnya, Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Yogya akan segera melayangkan surat peringatan perihal rencana penertiban. Jika peringatan tidak diindahkan, maka terancam pembongkaran paksa.

Rencana pemberian surat peringatan tersebut menyusul tahapan sosialisasi serta kelengkapan regulasi usai ditetapkannya Perda 2/2015 terkait penyelenggaraan reklame. "Kali ini kami undang para pengusaha atau penyedia jasa reklame iklan luar ruang, kemudian pekan depan perangkat di wilayah. Setelah itu, kami anggap semua pihak sudah memahami aturan baru terkait penataan reklame di Kota Yogya," ungkap Kepala DPDPK Kota Yogya Kadri Renggono di sela sosialisasi, Kamis (04/08/2016).

Kadri menyampaikan, sesuai aturan penertiban reklame sudah bisa dimulai sejak 18 Mei 2016 lalu. Sehingga reklame yang habis masa berlakunya sebelum atau sesudah tanggal tersebut, tidak bisa diperpanjang. Terutama yang berada di area larangan seperti taman, trotoar, bahu jalan serta devider. "Surat peringatan sudah kami siapkan. Setelah sosialisasi ini, akan kami layangkan ke perusahaan reklame yang izinnya sudah habis," urainya.

Total terdapat 184 perusahaan reklame yang terdaftar di DPDPK Kota Yogya. Dari jumlah itu, ada 55 unit reklame yang terbukti melanggar dan harus ditertibkan. Di samping itu, masih ada ratusan unit reklame di tiap sudut jalan yang masuk penertiban. Hal ini karena tiap sudut jalan hanya boleh ada satu papan reklame. Sementara saat ini bisa ditemui hingga empat titik dalam satu sudut simpang. (Dhi)

 

BERITA REKOMENDASI