Balon Udara Bisa ‘Matikan’ Kegiatan Penerbangan

YOGYA, KRJOGJA.com – Petugas otoritas Bandara Adisutjipto Yogyakarta kembali berhasil mengamankan balon udara tradisional tanpa awak. Balon raksasa berukuran panjang kurang lebih 3 meter dengan diameter ujung lebih dari 1 meter tersebut mendarat di sekitar Piyungan Kabupaten Bantul, Jumat (15/6/2018).

Di hari yang sama, petugas kembali mendapati balon udara. Tepatnya di Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul dengan ukuran panjang 15 meter dengan diameter 3 meter, sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca Juga: Kemenhub Gandeng Kepolisian Lakukan Penertiban

Sampai hari ini menurut Nono, pihaknya mendapat 20 laporan keberadaan balon udara dari pilot. Balon-balon tersebut terlihat di daerah Wonosobo, Kebumen, Wonosari, Piyungan dan Magelang dengan rentan waktu pagi hingga sore hari.

Keberadaan balon udara tanpa awak tersebut sangat membahayakan bagi penerbangan. Apalagi kalau sampai masuk ke mesin pesawat. Dimana mesin itu 80 persen mempunyai daya hisap dan 20 persen pendorong.

"Kalau sampai kehidupan ke mesin, bisa terbakar. Pesawat bisa meledak dan langsung terjatuh. Jadi sangat berbahaya," ujar General Manager AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta, Nono Sunaryadi, Selasa (19/6/2018) malam.

Sementara itu, jika balon mengenai bagian belakang pesawat. Maka pesawat menjadi tidak terkendali, sehingga kalau terbang tidak dapat belok ke kanan dan ke kiri. "Kalau masuk ke pilot tube, maka ketinggian pesawat menjadi tidak terdeteksi," urainya.(Awh)

BERITA REKOMENDASI