Bambang Wisnu Handoyo : Cornelis Itu Sangat Pandai Menangkap Udang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Meninggalnya Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) Prof Dr Cornelis Lay MA, Rabu (05/08/2020) pukul 04.00 WIB di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta membuat banyak pihak merasa kehilangan. Salah satunya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIY, Bambang Wisnu Handoyo yang merupakan teman kuliah seangkatan Cornelis Lay di Fisipol UGM.

“Yang jelas, saya dan Cornelis itu lahir bareng. Kami sama-sama kuliah di Fisipol UGM, sama-sama terjun di organisasi. Kami benar-benar dari nol. Saya dan Cornelis sama-sama di departemen kader GMNI. Kami punya kelompok namanya Sebelas Maret (Semar), anggotanya sebelas dan berdirinya juga 11 Maret 1985. Jadi kalau bicara kenangan dan suka dukanya luar biasa. Tiap malam Kamis kami diskusi pada waktu masih kuliah, saat kami bersama-sama melaksanakan kegiatan kader. Kami berdua punya banyak kenangan, dan kenangan seperti itu dinamikanya tentu tidak bisa saya lupakan,” kata Bambang Wisnu Handoyo kepada KRJOGJA.com.

Tapi yang tidak banyak diketahui teman-teman seangkatannya, mereka berdua memiliki keahlian, keterampilan dan hobi yang unik. “Cornelis itu sangat pandai menangkap udang, sehingga di air keruh seperti apapun bisa menangkap udang,” kenangnya.

Diceritakan, suatu saat Cornelis masuk ke sebuah sungai di daerah Kalasan. “Setiap kali tangannya masuk ke dalam air, begitu diangkat tangannya sudah membawa dua-tiga udang. Itu kenangan yang indah, karena kami berdua sering sekali melakukannya,” katanya.

Cornelis juga sering mengomentari Bambang Wisnu yang sering main bonsai. “Apa yang menarik dari bonsai,” kata Babang Wisnu menirukan Cornelis.

BERITA REKOMENDASI