Bandara Baru Diharapkan Bawa Dampak Positif Pertumbuhan Ekonomi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY menilai, infrastruktur khususnya bandar udara (bandara) merupakan prasyarat bagi suatu daerah dimana pun baik di Jawa maupun di luar Jawa. Untuk itu, kehadiran Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) bisa menjadi lompatan bagi pertumbuhan ekonomi khususnya bagi sektor pariwisata dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DIY.

"Bandara baru kita harapkan bisa memberikan lompatan dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi karena ini merupakan salah satu bandara terbesar berskala internasional. Kehadiran BIY akan memperlancar arus maupun pergerakan orang baik dari maupun ke Yogyakarta akan berimbas kepada perekonomian DIY khususnya UMKM," papar Deputi Kepala Perwakilan DIY Wiyono di Yogyakarta.

Miyono menjelaskan, dengan dibukanya gerbang udara sebagai pintu masuknya wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke DIY tentu ingin membeli oleh-oleh sehingga UMKM akan bertumbuh. Dengan banyaknya wisatawan yang masuk tentu akan menginap, makan dan sebagainya sehingga juga memacu dan menopang pertumbuhan ekonomi DIY.

"Banyak orang yang masuk ke DIY kemudian bisa beli lebih banyak oleh-oleh sehingga akan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah. Termasuk imbasnya bagi sektor pariwisata yang bisa menimbulkan multiplier effect bagi sektor lainnya," tandasnya.

BI DIY tentunya juga mempersiapkan beberapa upaya guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi DIY. Salah satunya dengan peningkatan sistem pembayaran di bandara baru seperti adanya QRIS sehingga UMKM bisa memanfaatkan. Dari sisi BI pengembangan UMKM akan diperkuat dengan pelatihan maupun bantuan dan pemenuhan uang kartal.

"Intinya sudah menjadi tugas bank sentral sehingga disupport pemenuhan uang baru masyarakat. Kami tengah gencar melakukan penarikan uanguang lusuh," ujar Miyono.

Ditambahkan, wajar apabila pertumbuhan ekonomi di DIY saat ini masih ditopang oleh sektor kontruksi, salah satunya pembangunan bandara dan investasinya masih berjalan. Jika sudah tidak ada, kalaupun turun masih secara wajar berbeda dengan di Sulawesi karena secara struktur ekonomi di Jawa masih alami.

"Jika ada pergerakan itu wajar, tetapi kita harapkan tetap tumbuh tinggi dengan menggenjot pertumbuhan sektor potensial lainnya baik pariwisata maupun UMKM," pungkas Miyono. (Ira)

BERITA REKOMENDASI