Bank BPD DIY Syariah Tawarkan Beberapa Solusi Hingga Digitalisasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank BPD DIY Syariah berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) DIY tengah gencar melakukan sosialisasi produk dan layanan berbasis perbankan Syariah. Upaya tersebut guna mendukung perkembangan Koperasi Syariah maupun Baitul Mal wa Tamwil (BMT) di wilayah DIY. Dalam hal ini, Bank BPD DIY Syariah sebagai salah satu lembaga keuangan yang fokus kepada pengembangan Koperasi dan UKM memberikan beberapa solusi yang dapat dilakukan Koperasi.

Perwakilan Bank BPD DIY Syariah Andrianto Agus Susilo mengatakan pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak kepada dunia usaha, demikian juga dengan yang dialami Koperasi. Beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain adalah menurunnya dana tabungan karena ditarik nasabah dan menurunnya ketepatan pembayaran angsuran. Hal tersebut mengakibatkan likuiditas Koperasi menurun sehingga membutuhkan permodalan.

“Bank BPD DIY Syariah memiliki skema pembiayaan kepada Koperasi di sisi permodalan. Berbagai pilihan skema pembiayaan yang dihadirkan Bank BPD DIY Syariah tersebut dapat dinikmati Koperasi secara langsung sebagai modal kerja ataupun dipinjamkan kepada anggota koperasi,” tuturnya dalam Sosialisasi dan Temu Mitra Koperasi Syariah di Hotel Grage Yogyakarta, Selasa (09/03/2021).

Andri menekankan skema pembiayaan ini dapat dinikmati berbagai jenis Koperasi seperti Koperasi Serba Usaha, Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Pegawai, Koperasi Syariah atau BMT dan Pusat Koperasi. Jangka waktu pinjaman modal kerja sampai dengan 60 bulan, sedangkan investasi untuk pengadaan aset tetap sampai dengan 10 tahun.

Dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Bank BPD DIY dipercaya Pemerintah menyalurkan dana PEN. Stimulus dana PEN tersebut juga dapat dinikmati Koperasi dan UKM dengan mengajukan pinjaman ke Bank BPD DIY.

“Tidak hanya pembiayaan, Bank BPD DIY Syariah juga menyediakan fasilitas transaksi digital yang dapat dinikmati Koperasi, diantaranya Cash Management System (CMS) yang memudahkan Koperasi dalam mengelola keuangan, serta aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Ultimate Automatic Transaction (QUAT). Manfaat yang diraih Koperasi dengan menggunakan transaksi digital diantaranya transaksi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Aplikasi QUAT memungkinkan Koperasi dan UKM melakukan transaksi online sampai ke luar daerah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi menyampaikan terdapat 279 Koperasi di DIY yang beroperasional menggunakan prinsip syariah pada 2020, meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 239 koperasi. Koperasi syariah yang beranggotakan UKM juga terdampak pemerintah sehingga pemerintah memberikan stimulus diantaranya berupa subsidi bunga, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan bantuan permodalan.

“Pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UKM DIY menggalakkan markethub SiBakulJogja Free Ongkir. Program pemasaran secara online yang dimulai sejak pandemi ini ternyata sangat membantu UMKM dan terbukti dapat menggerakkan perekonomian, jadi kami mengajak Koperasi yang ada di DIY untuk bergabung dalam SiBakulJogja,” tandasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI