Bank Dunia Danai Studi Kelayakan TPST Piyungan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY terus berupaya mewujudkan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Kini, tahapan merealisasikan KPBU di TPST Piyungan baru sampai pada studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) awal yang didanai oleh World Bank atau Bank Dunia.

“Tim Bank Dunia sudah datang bersama konsultan dan tenaga ahlinya dari India maupun Indonesia ke DIY. Mereka memaparkan studi pendahuluan atau kelayakan awal skema KPBU untuk TPST Piyungan. Bank Dunia ini memang sangat peduli terhadap lingkungan,” ujar Pelaksana Harian Unit Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Program Prioritas (TP5) DIY Rani Sjamsinarsi di Yogyakarta.

Menurutnya, Pemda DIY menginginkan agar konsultan dan tenaga ahli dari Bank Dunia bisa mencari solusi dan teknologi yang paling tepat guna mengatasi permasalahan di TPST Piyungan. “Konsultan Bank Dunia menyarankan agar ditangani dari hulu sehingga sampah dipisahkan terlebih dahulu. Tetapi saya menyampaikan, Pemda DIY sudah tidak punya waktu lagi untuk mengubah budaya masyarakat apabila harus memilah sampah dari hulu, tidak cukup dua atau tiga tahun. Jadi saya minta mereka menghitung jumlah dan komposisi sampah, termasuk studi riil sampah perkotaan lima tahun ke depan,” terangnya.

Pihaknya sependapat apabila harus mendidik masyarakat dari hulu, tetapi harus disertai solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan sampah di TPST Piyungan. “Kami, sementara menerapkan metode penutupan sistem terasering di TPST Piyungan yang sedemikian rupa sehingga mampu bertahan sampai 2022 mendatang. Pemda DIY juga menyiapkan lahan lebih dari 5 hektare untuk berjaga-jaga sebelum skema KPBU terwujud,” tandas Rani.

Proses KPBU diakui sulit dipercepat apalagi dengan pendanaan yang dikucurkan Bank Dunia. Pemda DIY optimis skema KPBU di TPST Piyungan bisa diwujudkan dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Diharapkan skema tersebut dapat berhasil diwujudkan di DIY karena tahapannya masih on the track.

“Kami sekarang baru studi kajian awal yang finalnya April 2020, lanjut pendanaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk dokumen kajian FS final antara Mei hingga akhir tahun ini sampai tender. FS ini mahal hingga miliaran rupiah maka kita dibantu pendanaannya,” tambah Rani. (Ira)

BERITA REKOMENDASI