Bank Indonesia Sempurnakan Kebijakan SKNBI

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) melakukan penyempurnaan kebijakan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang akan diimplementasikan mulai 1 September 2019. Penyempurnaan layanan SKNBI merupakan ‘quick win’ menuju blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025.

Kepala Perwakilan BI DIY Hilman Tisnawan mengatakan, lima visi SPI 2025 yang dicanangkan BI antara lain mendukung integrasi ekonomi-keuangan digital nasional dan mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama dalam ekonomi-keuangan digital. Kemudian menjamin interlink antara fintech dengan perbankan untuk menghindari risiko shadow banking, menjamin keseimbangan antara inovasi dengan consumers protection, integritas dan stabilitas serta persaingan usaha yang sehat serta menjamin kepentingan nasional dalam ekonomi keuangan digital antarnegara.

“Tujuan dari penyempurnaan kebijakan operasional SKNBI agar masyarakat dapat melakukan transaksi transfer dana secara lebih efisien, cepat dan murah sehingga diharapkan mampu mendorong ekonomi yang inklusif. Kebijakan ini bisa mendukung integrasi transaksi digital hingga mendukung kelancaran sistem pembayaran yang pada akhirnya kelancaran usaha masyarakat,” tutur Hilman.

Sementara Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono menjelaskan, beberapa penyempurnaan kebijakan SKNBI meliputi penambahan periode setelmen dana pada Layanan Transfer Dana yang sebelumnya 5 kali sehari menjadi 9 kali sehari dan penambahan periode setelmen dana pada Layanan Pembayaran Reguler yang sebelumnya dua kali sehari menjadi 9 kali sehari. Percepatan Service Level Agreement (SLA) sebagai dampak penambahan periode setelmen pada Layanan Transfer Dana hingga percepatan SLA sebagai dampak penambahan periode setelmen pada Layanan Pembayaran Reguler.

“Peningkatan batas maksimal transaksi yang dapat diproses pada Layanan Transfer Dana dan Layanan Pembayaran Reguler yang sebelumnya maksimal Rp 500 juta pertransaksi menjadi maksimal Rp 1 miliar pertransaksi,” tambahnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI