Bank Syariah Bukopin Dukung UMKM Berkembang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank Syariah Bukopin optimis tahun 2021 perekonomian syariah akan kembali tumbuh. Kesadaran masyarakat terhadap syariah menjadi modal kuat untuk bangkit kembali walau masih dalam masa pendemi Covid-19.

“Kami melihat optimisme yang sangat besar. Tahun 2020 kita pernah mendapat tekanan ekonomi global dan saat itu dapat dilalui pula. Alhamdulillah bisnis syariah terus tumbuh, salah satunya karena ada militansi dari masyarakat bahwa rasanya bank syariah lebih aman dan berokah,” ungkap Direktur Utama (Dirut) Bank Syariah Bukopin Dery Januar saat silaturahmi di kantor PT BP Kedaulatan Rakyat yang diterima Komisaris Utama Prof Dr Inajati Adrisijanti beserta Dirut M Wirmon Samawi SE MIB, Jumat (09/04/2021). Turut hadir Direktur Pemasaran Fajar Kusumawardhani SE, Direktur Keuangan Imam Satriadi SH, Direktur Umum Yuriya Nugroho Samawi SE MM MSc dan Direktur Produksi Baskoro Jati Prabowo SSos.

Dery mengatakan Bank Syariah Bukopin selama ini cukup konsen dalam mendukung UMKM di tanah air untuk terus berkembang. Menurutnya sektor ini cukup penting dalam menggerakkan perekonomian nasional karena masyarakat terlibat langsung di dalamnya.

Para pelaku UMKM juga menaruh kepercayaan yang tinggi terhadap perbankan syariah sehingga hal itu menjadi motivasi tersendiri bagi Bank Syariah Bukopin untuk lebih meningkatkan pelayanan. Salah satunya dengan memberikan layanan mobile banking yang dapat lebih memudahkan nasabah.

“Bank Bukopin secara historis juga bercikalbakal dari koperasi. Dengan demikian bisnis utama Bank Bukopin termasuk di dalamnya Bank Syariah Bukopin akan selalu memperhatikan sektor usaha kecil dan menengah,” terangnya.

Direktur Bisnis Bank Syariah Bukopin, Denny Riyanto menambahkan belum lama ini pihaknya menjalin kerjasama dengan Muhammadiyah melalui BMT Muhammadiyah. Menurutnya amal usaha yang dikelelola Muhammadiyah masih sangat terbuka sehingga kemitraan ini akan membawa dampak sangat besar bagi ekonomi syariah.

“Sebenarnya tidak terbatas pada sektor pendidikan dan kesehatan yang selama ini jadi pilar amal usaha Muhammadiyah. Masih ada sektor lain seperti properti, konstruksi, retail dan beberapa lainnya untuk kami dapat berkolaborasi. Kedepan kerjasama tersebut tentunya akan lebih dikembangkan lagi,” kata Denny. (Van)

BERITA REKOMENDASI