Bantuan Tepat Sasaran, Angka Kemiskinan Nasional Turun

YOGYA, KRJOGJA.com – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pusat, periode Maret-September 2017, jumlah warga miskin di Indonesia turun cukup signifikan, 0,52 persen. Dari 27,7 juta jiwa menjadi 26,4 juta jiwa.

Kementerian Sosial (Kemensos) menduga, turunnya angka kemiskinan secara nasional tersebut dikarenakan validasi data yang terus menerus dilakukan petugas lapangan. Validasi itu menghasilkan, jika selama ini ada beberapa program bantuan yang tidak tepat sasaran. Warga yang semestinya mampu menjadi tercatat sebagai warga miskin karena mendapat bantuan dari program pemerintah tersebut.

"Perbaikan data gencar kami lakukan. Termasuk di pemerintahan daerah itu sendiri. Dalam setahun terakhir harga pangan juga relatif stabil, sehingga tidak mempengaruhi daya beli masyarakat. Terutama warga kurang mampu," ujar Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Andi ZA Dukung di Yogyakarta, Jumat (12/1/2018).

Diakui Andi, fakta di lapangan menyebutkan ada beberapa program pemerintah yang salah sasaran. Termasuk pendataan dari Kemensos sendiri. Namun ketidaksesuaian data itu dipastikan tidak sampai 10 persen. Karena menurutnya data kemiskinan itu sangat dinamis.

"Jika ada warga yang penghasilannya Rp 50 ribu perhari, otomatis tidak termasuk warga miskin. Hanya saja jika dia tiba-tiba menganggur, maka termasuk kategori miskin lagi," jelasnya.

Untuk itu dibutuhkan sinergitas antar instansi guna mengurangi angka kemiskinan. Bisa melalui pemberdayaan masyarakat hingga menyediakan lapangan kerja. Adanya fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS) juga berperan menekan angka kemiskinan. Karena banyak warga yang pada dasarnya mampu.  Namun karena tiba-tiba sakit, sehingga membuatnya menjadi miskin. Lantaran biaya pengobatannya cukup besar.(Awh)

 

BERITA REKOMENDASI